‘Good Bye!! saranghae!!’ PG 15+

Author : -HyeNa-

Cast : -You as Hyena

 

HyeNa POV

“Oppa.. ” ucapku memanggil namjachinguku yang berada disampingku saat ini. Tapi ia sama sekali tidak menjawab panggilanku. Bahkan menganggukkan kepala saja tidak. Matanya masih tetap terpaku pada layar I-pad miliknya.

“Oppa.. ” ucapku lagi padanya. Tapi sama saja ia juga sama sekali tidak menghiraukanku.

Aku pun melihat sosoknya dengan seksama. Wajah seriusnya yang sedang menatap layar I-pad terlihat begitu tampan. Yah, dia memang selalu terlihat tampan. Tapi aku bukan menyukainya karena sosoknya yang tampan itu ataupun dirinya yang pandai bernyanyi, menari, memiliki banyak bakat, populer, atau apalah yang biasa membuat seorang yeoja jatuh cinta kepada seorang namja. Aku mencintainya karena ia begitu berarti dan berharga untukku. Melihat wajahnya sedetik saja sudah membuatku merasa senang selama berbulan-bulan. Mendengar suaranya saja membuatku seperti berada di surga. Terlebih lagi melihat senyumannya, hal itu sudah membuatku merasa yakin akan merasa bahagia seumur hidup.

“Tapi masalahnya apa kau berarti untuknya ?” tanya hati kecilku kepada diriku sendiri. Aku pun mencoba mencerna pertanyaan dari hati kecilku itu. Seketika hatiku terasa tercabik-cabik. Air mataku perlahan-lahan mulai tumpah dari singgasananya. ”Aku tidak berarti untuknya” jawabku akhirnya pada hati kecilku sendiri.

“Oppa, apa aku berarti untukmu ?” tanyaku disela-sela tangisku.

“…..” tidak ada jawaban darinya.

“OPPA DENGARKAN AKU SEKALI SAJA!! APA AKU BERARTI UNTUKMU ??? ” teriakku kesal padanya dengan air mata yang mengalir dengan deras.

“Mwo?? ” akhirnya ia bersuara walau wajahnya masih tetap tidak menatapku.

“OPPA AKU INGIN KITA MENGAKHIRI HUBUNGAN KITA. AKU INGIN KITA P-U-T-U-S!!! ” ucapku dengan suara bergetar dan penuh penekanan pada kata putus. Aku pun menyeka air mataku. Menghembuskan nafas panjang agar air mataku dapat terbendung.

“hei, kau bicara apa?? Aku tidak mengerti.” Akhirnya ia berkata dan memandang wajahku.

“Aku ingin berpisah denganmu lee donghae” jawabku berusaha sedingin mungkin.

“Kau bicara apa?? Jebal, aku sedang tidak ingin bercanda. Aku sedang sibuk!”

“Ya aku tahu lee donghae, anggota dari boyband ternama super junior. Tentu sangat sibuk. Tapi bisakah anda meluangkan sedikit waktu untukku? Ucapku lagi dengan nada yang sedingin mungkin seperti tadi.

“Ayolah jangan bercanda. Ini tidak lucu.”

“AKU TIDAK BERCANDA. AKU SERIUS. AKU INGIN BERPISAH DENGANMU LEE DONGHAE!! ” ketusku padanya. Akhirnya pertahananku pun runtuh. Aku kembali menitihkan air mataku.

“Tapi kenapa ?” tanyanya. Akhirnya ia pun percaya bahwa aku sedang tidak bercanda setelah melihatku menangis.

“Aku tidak pantas untuk oppa” ucapku dengan wajah tertunduk.

“Kau pantas untukku. Apa yang membuatmu merasa tidak pantas untukku ?” ucapnya seraya memegang pipiku. Ia mengarahkan wajahku yang tertunduk untuk menatapnya.

Aku melepaskan tangan donghae oppa dari kedua pipiku. Lalu memalingkan wajahku darinya. “Banyak. Sangat banyak yang membuatku tidak pantas untuk oppa. Aku bukan kekasih yang baik untuk oppa.” ucapku. “Ketika oppa merasa membutuhkan seseorang, apa aku selalu ada disamping oppa ? tidak bukan. Ketika oppa sakit, apa aku selalu ada untuk merawat oppa ? tidak bukan. Ketika oppa merasa bahagia, apa akau selalu ada untuk merayakan bersama kebahagian itu ? tidak bukan. Ketika oppa bersedih, apa aku selalu ada untuk menghapus air mata dan kesedihan oppa ? tidak bukan. Terlalu banyak hal yang membuatku tidak pantas untukmu oppa… ” lanjutku lagi dengan hati yang sangat perih. Air mataku terus saja bercucuran membasahi pipiku.

“Aku tidak peduli itu. Kau kekasihku bukan asisten atau managerku yang harus selalu menemaniku. ”

“Aku tahu itu. Tapi rasanya sangat sakit ketika orang lain lebih mengetahui keadaan kekasihku daripada aku. Saat oppa sakit, ELF langsung mengetahuinya dan mendoakanmu agar segera sembuh. Saat oppa bahagia, ELF akan langsung merayakan kebahagian oppa saat itu juga. Saat oppa bersedih, ELF akan langsung memberi ucapan-ucapan penyemangat untuk oppa. Sedangkan aku sebagai kekasihmu, malah mengetahui kabarmu dari para ELF.” jelasku.

“Kau kekasihku dan ELF fansku. Kau dan ELF tidak sama. Kau dan ELF berada di sudut yang berbeda di hatiku” ucapnya menyakinkanku.

“Ya, tapi setidaknya para ELF berarti untuk oppa. Sedangkan aku kekasih oppa sama sekali tak berarti untuk oppa….”

“…… ” donghae oppa diam. Entah membiarkanku untuk terus berbicara atau ia sedang memikirkan bahwa hal yang tadi aku katakan adalah suatu kebenaran. Kebenaran yang begitu menyakitkan bagiku.

“Aku sangat tidak pantas untuk oppa… itu yang kurasakan. Jadi.. lebih baik kalau memang kita berpisah bukan?” lanjutku lagi pada donghae oppa.

“Kau mau berpisah denganku ? kenapa ? apa kau tidak mencintaiku lagi ?”

“Ani, aku mencintai oppa bahkan sangat. Tapi sayangnya semakin aku mencintai oppa semakin membuat hatiku perih. Maka dari itu aku ingin berpisah…”

“Aku tidak mengerti. Maksudmu apa ? apa aku menyakitimu ? Apa mencintaiku membuatmu begitu tersiksa ? tanya donghae oppa bertubi-tubi padaku.

“Ani, mencintai oppa adalah hal yang paling membahagiakan bagiku.”

“Lalu ?”

“Semakin aku mencintai oppa, semakin aku merasakan kebahagian karena mencintai oppa. Tapi saat itu juga hatiku terasa tersayat-sayat. Hati kecilku selalu memberontak padaku dengan pertayaan yang sama. ‘Apa rasa cintanya padamu sama besar dengan rasa cintamu padanya ?’. ‘Apa kau telah memberikan kebahagian padanya sebesar ia memberikan kebahagian padamu?’. Di hatiku selalau ada pertayaan itu. Dan aku hanya bisa menjawab ‘entahlah, aku tidak tahu’. Rasanya sangat sakit oppa….apalagi sekarang oppa begitu sibuk…..oppa melupakanku….oppa mengacuhkanku…..” jelasku panjang lebar mengungkapkan beban yang selama ini tersimpan rapat di hatiku.

Ia memegang kedua lenganku, membalikkan tubuhku menghadapnya. “Mian… mianhae hyena-ah aku terlalu sibuk, sampai-sampai aku melupakanmu…mian…”ucap donghae oppa meminta maaf padaku.

“Kalau oppa tidak bisa mencintaiku… sekalian saja oppa membenciku…..itu terasa lebih baik daripada oppa mengacuhkanku…aku tidak suka itu….rasanya perih…sangat perih…”

“Mian…mianhae. aku minta maaf. Aku tidak akan mengulangi kebodohanku lagi. Aku janji”

Aku terseyum kecut mendengarnya meminta maaf terus-menerus padaku. “Oppa tidak perlu minta maaf, oppa tidak salah. Aku yang salah….”

“Kalau begitu jangan pernah mengatakan kau ingin berpisah denganku… ” ucap donghae oppa seraya mendekapku ke dalam pelukannya.

Aku hanya diam membatu, merasakan setiap detik kehangatan pelukannya. Aku merasakan detak jantungku berdetak secara tidak karuan. Merasakan sensasi kehangatan pelukan donghae oppa yang membuat seakan-akan ada bunga-bunga yang bermekaran dihatiku. Tapi sesaat kemudian aku merasakan sensasi menyakitkan yang membuat seakan-akan berribu-ribu pisau dengan cepat datang menghujam hatiku. Hatiku begitu teriris… berpelukan seperti ini membuat detak jantungku berdetak secara tidak karuan tetapi… aku bisa merasakan dengan jelas detak jantung donghae oppa masih tetap ‘normal’…ia tidak merasakan…apa yang aku rasakan… apa artinya ini ??

Hati kecilku kembali bertanya padaku ‘Kau merasakan detak jantungmu tidak karuan saat kau berada di pelukannya, tapi apakah ia juga merasakan hal yang sama ketika ia memelukmu?’. Kali ini aku tidak lagi menjawabnya dengan jawaban mengambang ‘entahlah, aku tidak tahu… ’ karena kali ini kau bisa menjawab dengan jawaban pasti ‘Tidak’

“Jangan pernah mengatakan kata perpisahan chagi”bisik donghae oppa tepat ditelingaku membuyarkan semua pikiranku.

“A-aku tidak ingin berpisah denganmu oppa.. ta-tapi ini yang terbaik untukku. Aku tidak sanggup…merasakan perih dihatiku ini terus-menerus…saat aku bersama dengan oppa.. saat aku melihat oppa, aku bisa merasakan kalau oppa adalah orang yang sangat berarti untukku. Ta-tapi.. ketika aku melihat diriku sendiri, hatiku terasa begitu perih, aku bisa merasakan kalau aku sama sekali tidak berarti untuk oppa… ” ucapku dengan tangis yang tak terbendung. Tubuhku berguncang hebat. Donghae oppa mempererat pelukannya. Membuatku merasa tenang.

Sesaat kemudian aku merasakan tubuh donghae oppa berguncang. Aku pun bisa mendengar sekaligus merasakan kalau donghae oppa sedang menangis. Menangis kerenaku. Ya, tuhan apa yang aku lakukan. Donghae oppa selalu memberikanku kebahagiaan padaku sedangkan aku malah menyakitinya seperti ini….

“Kau mau pisah ?” tanyanya lirih. Aku hanya mengangguk lemah. Ingin rasanya aku menggeleng atau langsung berkata ‘tidak, aku tidak mau berpisah dengan oppa. Aku ingin oppa menjadi milikku selamanya’. Tapi apa dayaku…aku sudah terlalu banyak membuatnya terluka. Aku harus melepasnya. Aku harus berpisah dengannya. Walaupun jujur aku tidak…sangat tidak sanggup..

“Kalau itu memang mau mu. Baiklah kita pisah” lanjutnya lagi seraya melepaskanku dari pelukannya. “Aku rela melepaskanmu, asalkan kau bahagia. Asal kau tak menangis lagi seperti ini.” Ucapnya kemudian. Kini ia menyentuh pipiku lembut dan menghapus air mataku. Tapi itu sia-sia. Air mataku terus saja bercucuran tanpa mampu untuk dibendung.

CHU Tiba-tiba saja donghae oppa mencium bibirku lembut. Aku menutup kedua mataku. Merasakan ciumannya. “Tuhan selama ini aku tidak pernah meminta apapun padamu. Tapi kali ini aku mohon kabulkan permintaanku. Aku mohon hentikkan waktu. Kalau itu terlalu berat. Aku mohon panjangkan waktu walau hanya sedetik saja. Aku mohon….aku belum sanggup melepasnya pergi tuhan…”gumamku dalam hati.

“Ehmm, mian seharusnya seharusnya aku tidak menciummu. Aku lupa kau bukan yeojachinguku lagi. Kau tidak apa-apa kan? ” tanya donghae oppa khawatir padaku yang terlihat membatu. Aku hanya membalas pertayaannya dengan mengangguk pelan. Donghae oppa lalu mengacak rambutku dan berlalu pergi meninggalkanku.

“Oppa!! Saranghae!!!” teriakku cepat saat ia sudah hampir hilang dari penglihatanku. Donghae oppa mendengarnya. Ia berbalik mengahadapku. “Nado, saranghae!!” balasnya padaku. Ia lalu tersenyum dan kemudian kembali berjalan keluar.

Aku menatap punggungnya yang semakin menjauh.aku bangkit. Berdiri dan kemudian berlari. Aku mencoba mengejarnya. Tapi baru saja aku berlari beberapa cm. Tiba-tiba kakiku terasa lumpuh. Tubuhku berguncang hebat. Aku jatuh berlutut. Tanganku menangkup mulutku. Sementara air mataku dengan lancarnya terus mengalir. “Oppa jebal..jangan pergi…jangan tinggalkan aku…aku mohon…” ucapku dengan suara yang sangat kecil hingga terdengar seperti bisikan. Aku mengulurkan tanganku ke depan. Seolah-olah tanganku menahan donghae oppa untuk pergi. Tapi hasilnya nihil aku tidak lagi melihat sosoknya. Lee donghaeku telah pergi meninggalkanku..

Hari ini akan kuingat seumur hidupku. Hari ini, hari terakhirku merasakan kenyamanan di pelukannya… Hari terakhirku merasakan ciuman lembutnya di bibirku… Hari terkhirku mendengarkan suara merdunya mengucapkan ‘Saranghae’ padaku… Hari terakhirku bersamanya… hari terakhirku menjadi kekasihnya..tapi hari ini bukan hari terakhir aku mencintainya. Karena aku akan terus dan terus mencintainya walau ia tidak lagi bersamaku, tidak lagi menjadi kekasihku. Aku tidak peduli. Aku akan mencintainya seumur hidupku.

 

——————————-

 

Setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Begitupula dengan kisah cinta. Diawali dengan PERTEMUAN yang INDAH dan PASTI akan berakhir dengan PERPISAHAN yang MENYEDIHKAN.

Bukankah tidak ada orang yang bisa mengatakan apa kita bisa BERKUMPUL BERSAMA dengan suami atau istri tercinta SELAMANYA atau MENINGGAL lebih cepat ‘kan?

Karena itu ketika memulai pertemuanmu dengan sesuatu yang dikatakan CINTA. Terlebih dahulu kau harus menyiapkan mentalmu untuk sesuatu yang dikatakan PERPISAHAN.

Begitupula denganku…..

Aku sudah siap menghadapi pertemuan manisku dengannya akan berakhir dengan sebuah perpisahan yang tentunya menyedihkan.

Tapi kenapa hatiku terasa sakit ? Nafasku terasa sesak ? Tenggorokanku terasa terhimpit sesuatu ?

Semuanya karena perpisahan ku dengannya sangat, sangat menyedihkan…….

Aku lebih memilih berpisah dengannya karena merasa bosan, lelah, cemburu, ataupun rasa muak….

Aku lebih memilih berpisah dengannya karena sebuah penghianatan atau perselingkuhan…

Aku lebih memilih berpisah dengannya karena tidak disetujui orang tua, keluarga, teman atau siapa saja…

Aku lebih memilih berpisah dengannya karena jarak, waktu, ataupun kematian..

Aku lebih memilih berpisah karena adanya perbedaan prinsip, pikiran, status, derajat, agama, paham atau apalah…..

Yang terpenting bukan seperti ini !!! Aku tidak ingin kisahku seperti ini !!!

Aku berpisah dengannya karena diriku sendiri…

Aku tidak berharga untuknya, tidak berarti untuknya…

Kehadiranku, semua yang ku lakukan hanya sesuatu yang sia-sia untuknya..

Sedangkan Ia

Ia berharga untukku, begitu berarti untukku…

Kehadirannya, semua yang ia lakukan begitu berpengaruh untukku..

Dan sangat terpaksa aku harus mengatakan perpisahan, menghentikan hubunganku denganya..

Tapi aku hanya mengucapkan perpisahan yang artinya menghentikan hubunganku denganya bukan ??

Aku tidak pernah mengucapkan perpisahan untuk menghentikan rasa cintaku padanya. Karena menghentikan cintaku untuknya, sama saja dengan menghentikan nafasku, detak jantungku, kerja urat-urat sarafku, dan tentunya hidupku.

Maka dari itu LEE DONGHAE….

Ijinkan diriku yang tidak berarti dalam hidupmu

Mencintai dirimu yang sangat berarti dalam hidupku

Aku tidak ingin kau cintai, tidak ingin menjadi orang spesial untukmu

Cukup dengan mencintaimu tanpa berharap balasan darimu

Itu sudah lebih cukup untukku

Sarnghae Lee Donghae

 

———————————-

 

***************************

Gajima na saranganhaedo dwae~~ (anda tidak harus mencintai saya~~)

Naega deo manhi saranghamyeon deonikka.. (Saya hanya akan mencintai anda sendiri)

***************************

 

Mian yah kalau gak bagus, jangan lupa comment supaya aku bisa memperbaiki kesalahan😀

Leave a comment

Filed under romance, superjunior fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s