.: SaTeuk Couple: Ramen Nouna Saranghae ~part two~ :.

author: RyezkyeaNouna

Dengan bodohnya ku katakan itu, kenapa aku malah menerimanya. Aku tak boleh jatuh cinta padanya, aku belum siap menghadapi semuanya. Lagipula aku tak mau dia hancur setelah bersamaku, karena pasti akan banyak fansnya yang tak suka padanya karena kehadiranku. Aku tak mau, karena aku menyayanginya maka aku harus menolaknya. Karena aku pun tahu betapa beratnya dia melalui tahun-tahun sebelum dia seperti ini, pasti sangat berat.

“ah, . .Mianhae oppa, . .aku mau pulang sekarang, .??tolong lupakan kata-kataku tadi, aku tak pernah mencintaimu, .mianhae, .”ucapku lalu pergi

“Yak~ apa maksudmu, .??” ucapnya terkejut sambil menahan tanganku

“mianhae, tapi aku tak mencintaimu oppa, aku hanya membayangkan wajah kibum~ah tadi, jadi aku mengatakannya, .mianhae oppa, .”

“jadi, kau mencintainya, dan menganggapku dia tadi, .??”teriaknya berapi-api dengan wajah kecewa, maafkan aku oppa. Aku tak mau kau kehilangan fansmu hanya karena aku. Aku tak mau kau jatuh oppa, mianhae.

“Ne, .Mianhae, .jeongmal mianhae, .”ucapku lalu berlari menjauhinya, dengan rentetan air mata yang mengalir tanpa henti. Kupercepat langkahku menjauhinya yang masih terpaku. Aku tahu, pasti dia sangat membenciku saat ini karena aku seperti menghianati hatinya dan pendengarannya. Maafkan aku oppa, mianhae, jeongmal mianhae. Aku melakukan ini demi kebaikanmu, aku tak peduli betapa bencinya kau saat ini padaku, betapa rendahnya aku dimatamu. Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah kebahagiaanmu. Melihatmu tersenyum dan baik-baik saja adalah sebuah kebahagiaan yang tak akan pernah bisa digantikan dengan apapun. Saranghae oppa, saranghae, jeongmal saranghamida leeteuk oppa.

Ku percepat langkahku saat aku sampai di lantai apartemenku, aku ingin segera menumpahkan semuanya sekarang, kubuka pintu sedikit kasar dan membantingnya. Tak dapat ku tahan lagi air mata yang telah kusimpan saat perjalanan pulang tadi, ku tumpahkan semua air mata yang ku punya. Betapa bodohnya aku telah melukai orang yang aku sayang, maafkan aku oppa. Jeongmal mianhamida oppa.

***

Keesokan harinya aku beraktifitas seperti biasa, aku ingin melupakan apa yang terjadi padaku kemarin. Aku tak boleh rapuh hanya karena hal seperti ini, sebentar lagi ujian, aku harus focus pada hidupku, hidupku yang sebenarnya sebelum aku jatuh cinta padanya. Aku tak mau jadi gadis konyol yang hanya bisa meratapi nasib karena hal cinta. Karena aku yakin inilah yang terbaik, ku langkahkan kaki malas-malasan ke tempat kerja. Hari ini aku tak ada tugas mengantarkan pesanan, dan akan menggantikan tugas eunsoo jadi kasir. Pengunjung hari ini tak begitu banyak, membuatku hanya bisa terpaku dibalik mesin uang ini. Membosankan, ku ambil I-Podku, ku putar beberapa lagu barat favoriteku. Cukup lama aku menikmati alunan music dari I-Podku, hingga tak kusadari ada seseorang yang sedari tadi berdiri di depan meja kasir dengan tatapan aneh yang tak dapat ku jelaskan. Memaksaku melepaskan I-pod dari telingaku. Dan aku sangat mengenal tatapan ini, tatapan yang telah lama menghilang dari pelupuk mataku. Tatapan yang dulu membuatku jatuh cinta padanya dan dengan mudah meninggalkannya.

“ada apa, .??”tanyaku dingin

“bisa kita bicara sebentar, .??”ucapnya balik betanya dengan nada suara serak penuh kesedihan

“Maaf aku sibuk, lain kali saja, .”balasku masih dengan nada acuh tanpa melihatnya

“aku ingin sekarang bukan lain kali dan kali ini aku harus sedikit memaksamu, karena aku tak tahu lagi kapan aku bisa bertemu denganmu setelah hari ini, .”ucapnya dengan suara mengancam

“kalau kau mau tunggulah aku sampai pulang kerja kira-kira 20 menit lagi, hari ini eunsoo tak masuk, jadi aku yang harus menjaga disini, aku tak mau kehilangan pekerjaan Kibum~ah, . .”

“baiklah, 20 menit lagi, . .kau harus menepati janjimu, aku akan menunggumu disini, aku tak akan membiarkan kau kabur Saera~ah, .”

“Terserah kau saja, .”ucapku tetap acuh, sebenarnya apa yang akan dia bicarakan padaku, kenapa kelihatannya sangat serius. Menyebalkan sekali orang ini, selalu saja membuatku memeras otak untuk memecahkan tiap kata-kata yang dia ucapkan.

‘dasar menyebalkan’ gumamku dalam hati

Sengaja aku segera menghilang saat jam kerjaku habis, hari ini aku hanya mengambil separuh waktu, aku ingin istirahat sebenarnya. Ingin menenangkan diriku yang mulai tak karuan karena kejadian kemarin. Seharian tak melihat senyumnya membut nafasku tersenggal-senggal, berusaha terlalu keras untuk bernafas seperti ini membuatku sangat tersiksa. Setidaknya aku ingin melihat wajahnya baik-baik saja walau hanya sekilas dan dari jarak yang jauh sekalipun, aku ingin mengisi kembali tenagaku. Seluruh persendianku rasanya sudah lumpuh karena kesulitan mengingat wajahnya yang sempurna itu. Guratan senyum yang sempurna dan bahkan belum ada yang menandinginya.

“kenapa malah lari dariku, .??”ucap sebuah suara dibelakangku, dia ternyata menyadari bahwa aku menghindarinya

“sudahlah jangan ganggu aku lagi, apa lagi yang mau kau bicarakan, .??”

“ini tentang aku saeya, . .tolong untuk kali ini izinkan aku menjelaskan sesuatu padamu. Setidaknya sebelum aku menghilang, .”

“mwo, .??jangan coba-coba mengerjaiku lagi kibum~sshi, apa yang ingin kau bicarakan, .??memangnya kau mau pergi kemana hah, .??”

“bisa kita cari tempat duduk dulu, .??” kulangkahkan kaki mengikuti langkahnya, hingga kami sampai di salah satu taman. Suasana hening begitu lama, rasanya kaku sekali setelah sekian lama kami tak bertemu, dan mengobrol seperti dulu.

“cepat katakan apa yang ingin kau katakan, aku tak punya banyak waktu kibum~sshi”

“terima kasih saeya, . .”

“Ne, .??”ucapku kaget

“terima kasih karena kau sempat memberikan keteduhan mataku padamu, terima kasih karena kau pernah mengizinkanku berada di sampingmu. .”

“em, . .seharusnya aku yang harus mengucapkan banyak terima kasih padamu kibum~sshi, kau memberikanku banyak hal, .gomawo, . .jeongmal gomawoyo”

“boleh aku minta sesuatu padamu, .??”

“Ne, , .katakan saja, .”jawabku lebih santai, rasanya aku harus berusaha sedikit menghargainya, walau bagaimanapun dia adalah sahabatku kan.

“tolong jaga leeteuk oppa, sudah banyak sekali beban yang di tanggungnya selama ini. Berikan dia kekuatan saeya, karena baginya kaulah kekuatan yang selalu dibutuhkannya. Jangan buat dia menangis lagi, sudah banyak sekali air mata yang di keluarkan leader kami itu, .”

“kenapa aku, .??kenapa kau menitipkannya padaku, .??”

“karena yang ada di matanya hanyalah kamu Saeya, karena baginya senyummu adalah tenaga. Ku mohon jangan lukai dia, aku akan pergi dari super junior, aku akan menghilang, tapi ku mohon jangan pernah menjauh darinya, . .”

“tapi aku tak bisa kibummie, . .sangat berat untukku untuk selalu disisinya, aku hanya akan menjadi beban untuknya, aku tak mau super junior hancur karena aku, karena fans yang akan sangat membenci hubunganku dan dia. Aku tak mau menghancurkan mimpi yang dibangunnya bertahun-tahun, . .”

“mengapa kau jadi picik begini saeya, .kau bukan saeya yang kukenal dulu, kau bahkan belum mencobanya, bukankah shindong oppa dan nari nouna tak apa-apa, meski pada awalnya akan berat, tapi semuanya akan baik-baik saja, .”

“kurasa aku tetap akan berdiri pada pendirianku kibummie, .aku memang picik. Aku tak sanggup menerima kenyataan bahwa aku hanya gadis biasa yang tak akan mungkin ada disisinya, .”

“jebal, .bukalah pikiranmu saeya, .pikirkan apa yang aku ucapkan. .”

“shireo~ aku akan tetap berdiri pada pendirianku, bahwa aku tak boleh melukainya dengan selalu berada disisinya. Ku harap kau juga tak perlu berkorban untuk pergi dari super junior, tetaplah bertahan disisinya menguatkannya untukku, . .permisi, .semoga besok kita dapat bertemu lagi kibum~sshi, . Annyeong, . .”ucapku lalu berlalu meninggalkannya sendiri. Aku sudah tak tahan mendengarkan ucapannya, meski itu kau yang membujukku, aku akan tetap berdiri pada pemikiranku saat ini. Bahwa inilah yang terbaik, aku akan tetap menjauh darinya. Tak akan pernah aku kembali padanya dan membuatnya berharap lagi padaku, karena aku juga akan menghapus semua harapanku padanya. Tak akan kubiarkan diriku terjebak dalam mimpi yang dangkal ini lagi, aku harus segera melupakannya dan membuatnya menghilang dari sudut hatiku yang sangat besar untuknya. Ku percepat langkahku agar segera sampai di apartemen, hal ini benar-benar membuat tubuhku terasa begitu penat. Aku ingin segera membersihkan tubuh dan tidur, aku lelah. Aku lelah jika harus berfikir tetangmu, aku lelah jika kau selalu menggangguku seperti ini oppa, kenapa kau tak pergi saja dari sini, dari hatiku. Aku lelah oppa, aku lelah. Tak bisakah kau menyadarinya, aku lelah oppa. Tak bisa kah kau mendengar suaraku dari sana, terlalu jauhkah jarak kita.

***

Sudah lebih dari 1 minggu aku tak menemukan sosoknya dimanapun, sudah berusaha ku telusuri semua toko buku agar aku bisa melihat beritanya di majalah atau koran. Tapi semuanya NIHIL, aku tak menemukan sosoknya dimanapun. Sedangkan kebutuhanku untuk bernfas sudah sangat mendesak, apakah tak ada sedikit saja berita tentangnya, aku sangat merindukannya, merindukkan senyum malaikat itu. Dia pun tak pernah mengirimkan pesan singkat padaku apalagi menelfonku. Dia benar-benar membenciku ternyata, hatinya pasti sangat terluka olehku, meski aku telah mencoba untuk segera melupakannya dari hatiku tapi, rasanya sulit sekali menghapusnya dari jejak langkah kakiku. Dia terlalu sempurna untuk dilupakan, sampai pada akhirnya kutemui sosoknya. Sedang duduk santai dibalik sebuah kaca besar disebuah café diseberang tempatku bekerja, ku pincingkan mataku mencoba mencari jawaban yang sesungguhnya, berharap bukan dia yang sedang duduk disana. Namun, semuanya runtuh saat dengan jelas ku yakinkan hatiku dengan apa yang kulihat. Itu benar-benar dia, bersama seorang wanita yang seumuran denganku. Wajahnya sempurna, begitu cantik dan mempesona. Sangat jauh denganku. Siapa wanita itu, kenapa mereka begitu akrab. Mereka bercanda bersama, tiba-tiba tangannya menyentuh pipi wanita itu lembut, seperti sedang membelainya. Hatiku luluh lantah melihatnya, air mataku begitu deras mengalir. Ku langkahkan kakiku menjauhi tempat dimana aku akan semakin terluka meliatnya. Ku tumpahkan semua yang berkecamuk dalam hatiku, rasanya sakit sekali hati ini. Begitu cepat kah kau melupakanku oppa, .??begitu cepatnya. Aku memang gadis bodoh yang hanya bisa menyia-nyiakan kesempatan, kenapa sekarang aku malah menangis seperti ini, saat aku mencoba untuk melupakannya. Bukankah aku harus bertahan untuk segera melupakannya, aku harus menghapusnya dari ingatanku dan dari hatiku. Aku tak boleh bodoh hanya dengan menangisi keadaan yang sedang terjadi.

“masih mau mencoba untuk melupakannya, .??”tegur suara yang tiba-tiba sudah ada di sampingku

“apa yang kau lakukan disini, .??”

“menenangkan sahabatku, . .ini sudah menjadi jawaban yang cukup, bahwa kau juga tak bisa menjauh darinya saeya~, .pikirkan kata-kataku kemarin, .”

“tidak akan ku rubah keputusanku kibum~sshi, bagiku melukai hatiku sendiri jauh lebih baik dari pada harus melukainnya seumur hidup, karena itu sama saja seperti menghancurkan hidupku secara perlahan-lahan, . .”ucapku dalam

“begitu dalam kah cintamu padanya, .??”

“seperti yang bisa kau lihat kibum~sshi, . .”

 

“dan seperti ini jugalah yang ia rasakan padamu saeya~, .sedalam inilah cintanya padamu, untuk itu kembalilah disisinya, dia membutuhkanmu untuk melengkapi hari-harinya, . .”

“kurasa sekarang sudah tidak lagi, . .”ucapku sambil mengigit bibir bawahku, mencoba menenangkan hatiku yang mulai bergejolak menahan amarah yang hampir reda

“benarkah, .??”ucapnya terkejut

“hem, . .sejelas apa yang baru saja ku lihat, ternyata aku hanya cinta sesaatnya, aku bahkan belum sanggup menghilangkannya dari hatiku, tapi dia bisa dengan mudahnya membuatku hilang dari hatinya, .sungguh sebuah kisah yang konyol bukan, aku menyayangi seorang idola yang bahkan hanya memiliki cinta yang sesaat untukku, . .aku semakin yakin untuk meninggalkan korea 2 bulan lagi, seusai siding skripsi, aku akan segera terbang ke cina, . .”

“mungkin kau hanya salah paham saeya~, .dia bukan tipe orang yang dengan mudah bisa melupakan seseorang, . .lagi pula untuk apa kau ke cina, .??siapa yang akan kau temui disana, .??”

“aku akan pulang ke tempat seharusnya aku berada, aku sebenarnya sudah bukan penduduk korea sejak 1 tahun yang lalu, tapi aku mengurus 2 kartu penduduk sekaligus, jadi aku masih tetap terdaftar sebagai penduduk korea yang sah, . .”

“kenapa kau pindah ke cina, .??”

“aku ikut appa, . .beliau bekerja disana, . .”

“owh, . .permisi, . .”ucapnya lalu tiba-tiba mengarahkan tangannya ke pipiku,

“eh, . .waeyo?”tanyaku saat ia sudah menjauhkan tangannya dariku

“ini, . .ada bulu matamu yang jatuh, sangat menganggu pemandangan, . .”ucapnya sambil nyengir

“oh, . .gomawo, . .”balasku lirih, suasana tiba-tiba hening. Rasanya kaku sekali. Sampai ku rasakan ada seseorang yang memperhatikanku dari jauh, orang itu memakai topi, masker dan kacamata, sungguh penyamaran yang sangat sempurna, tak menyisakan sedikitpun lekuk wajahnya untuk dilihat. Dia segera beranjak dari tempatnya saat menyadari aku telah menukan sosoknya. Siapa dia, .??rasanya aku sangat mengenal lukisan punggung itu. Lukisan punggung yang selalu membuatku tenang saat melihatnya dan berada disisinya, apa yang dia lakukan disini. Sendirian tanpa gadis yang kulihat tadi.

“sepertinya aku harus kembali ke tempat kerja kibum~shi, .”ucapku memecah keheningan sambil bangkit dan beranjak dari tempat dudukku.

“aku akan mengantarmu, .”

“mwo??”

“aku harus memastikanmu sampai di tempat kerja dengan selamat, agar kau tak merugikan restoran appa, .hahaha, .”candanya sambil memperlihatkan seringainya dan tawanya yang renyah

“baiklah, . .”ucapku sambil berjalan mendahuluinya. Namja satu ini selalu saja penuh dengan misteri, membuatku selalu bertanya dengan semua tingkah dan ucapannya. Dia hanya berjalan beberapa centi di belakangku, tak berusaha sedikitpun untuk mendekat atau berjalan didekatku, kurasa ini lebih baik. Dari pada, akan ada seseorang yang mengambil gambar kami dan membuat gossip yang macam-macam dan akan sangat merugikan karirnya dan juga keselamatan nyawaku. Mengingat keganasan para antis.

“sudah sampai, .kau boleh pulang kibum~sshi, . .aku juga akan meminta izin sepertinya, aku sudah tak tahan ingin pulang, . .”

“Ne, . .baik-baik ya saeya, . jaga dirimu, . .”

“Ne, . .gomawo, . .sampai jumpa lagi, . .Annyeong, . .”ucapku lalu segera masuk ke dalam restoran. Hari ini aku minta izin untuk pulang lebih cepat dan sekalian meminta izin untuk mengambil cuti selama 1 bulan, aku mau focus pada kuliahku untuk sementara waktu sekaligus mencoba melupakannya dengan menyibukkan diri pada kuliah. Meski akan sangat membosankan menghabiskan waktu didepan laptop sepanjang waktu, atau hanya membaca buku. Tapi, kukira itu lebih baik dari pada aku berkeliaran diluar dan membuatku memiliki banyak kemungkinan untuk bertemu dengannya. Dan itu adalah hal yang ingin aku hindari saat ini, kejadian hari ini sudah cukup membuatku memantapkan hati untuk segera melupakannya dari hidupku. Sepertinya dia akan baik-baik saja tanpa aku. Dia sudah menemukan orang yang lebih baik dan sempurna untuknya, untuk kedudukannya sebagai seorang public figure. Wanita itu kelewat sempurna bila dibandingkan denganku yang seperti ini, meski aku tak dapat dengan jelas melihatnya, tapi aku sudah cukup yakin bahwa dia adalah orang yang tepat untuk leeteuk oppa.

Pikiran-pikiran itu yang menemani perjalananku pulang ke apartemen. Segera ku bersihkan tubuhku sedikit melepaskan beban yang ada di tubuhku dengan air. Memikirkan tugas kuliah yang tiap hari kian menumpuk membuatku segera bersemangat menghadap laptop putihku. Ku coba berseancar didunia maya untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dari soal yang sedang aku hadapi saat ini. Tapi bukan jawan dari tugas-tugas ini yang aku temui tapi sebuah skandal yang sebenarnya tak ingin kulihat, disana ada foto seseorang yang sangat ku kenal. Dan gadis ini, adalah aku. Ini kejadian siang tadi, bagaimana mungkin fotonya bisa jadi seperti ini. Ini sangat menyimpang jauh dari kenyataan. Tak dapat ku tahan lagi air mataku, membayangkan apa yang akan terjadi bila semua orang tahu, tapi terlambat. Sudah banyak sekali comen di situs ini, mereka mengancamku, mencaciku. .

 

“dasar gadis tak tahu diri, dia pikir siapa dia, berani-beraninya mendekati kibum”

 

“siapa gadis ini, tak tahu malu sekali mendekati kibum, dia pikir dia cantik apa, .awas saja kalau aku bertemu dengannya, akan ku cakar-cakar mukanya”


“ya tuhan, tamat sudah riwayatku, . .”gumamku dalam hati

“apa yang harus aku lakukan sekarang, .”lalu, kutekan beberapa kombinasi nomer yang sudah ku hafal diluar kepala, sampai terdengar jawaban dari seberang sana.

 

“yeoboseyo, . .kibum~sshi, . .sudah melihat berita, .??”

“Ne, . .sudahlah tak usah terlalu khawatir, aku akan membereskan semuannya, . .”

“aku tak yakin, .”

“pecayalah, untuk sementara, jangan meninggalkan apartemen dulu, tetaplah berada disana, . .”

“tapi, aku punya banyak urusan yang harus aku selesaikan diluar sana kibum~sshi, bagaimana mungkin aku hanya bisa betdiam diri disini, . .”

“hanya beberapa hari saeya~ tenang saja, . .”

“lalu, bagaimana dengan kuliahku, .??aku tak mau ketinggalan materi kuliah, ini sudah mau ujian akhir, lagi pula aku ada bimbingan besok, . .”

“aku akan menyuruh orang mengantar dan menjeputmu di kampus, . .”

“baiklah, . .gomawo, . .”

“jaga diri baik-baik, jangan sampai kau terluka. Bisa-bisa aku yang akan kena imbas dari kemarahan teuki oppa, . “

“jangan menyebut namanya lagi, . .”

“teuki oppa, . .teuki, . .teuki, . .”ucapnya menirukan gaya DJ Teuki yang biasanya ku dengar di sukira

“cukup kibum~sshi, . .”ucapku geram dan segera memutuskan sambungan telepon kami

Menyebalkan sekali orang ini, disaat seperti ini masih sempat saja menggodaku. Ya Tuhan, dia pasti akan semakin membenciku dengan berita ini. Dia pasti akan berfikir bahwa ini sebuah fakta, mengingat apa yang aku katakana padanya waktu itu. Kenapa masalahnya jadi seperti ini, menyusahkan sekali. Tiba-tiba ada yang menekan bel apartemenku, siapa yang datang malam-malam begini.

“Ne, . .Nuguyo, .??”teriakku sambil buru-buru membuka pintu

“annyeong, . .apa aku menganggumu, .??”ucap namja didepanku sambil membungkuk. Nafasku seperti kembali terisi saat melihat wajahnya. Senyuman yang sangat ku rindukan selama beberapa minggu ini. Dia ada didepanku, dengan wajah kusut dan penuh kesedihan. Apa yang terjadi padanya, apakah karena berita itu. Tapi, bukankah dia sudah tidak tertarik lagi padaku, kenapa dia kesini dengan wajah seperti itu.

“annyeong, . .Ne, . .”ucapku mempersilahkannya masuk

“ada yang ingin aku bicarakan, . .”

“silahkan duduk, mau minum apa, .??”

“tidak usah, aku hanya sebentar, . .”ucapnya tipis dan dingin, nada suara yang hampir tak pernah ku bayangkan akan dia ucapkan padaku disaat seperti ini. Disaat aku berada dalam kegalauan yang amat besar. Dia malah membuatku semakin galau dengan suara itu dan kehadirannya dengan wajah yang telah berhasil membuatku setengah berteriak mengintruksi otakku agar tak menurunkan air mata lewat kelopak mataku yang sudah mulai kelelahan karena terlalu banyak menangis.

“oh Ne, . .ada apa, .??ada yang bisa ku bantu, . .”

“bantu aku pergi dari hatimu saeya~. , .aku lelah jika seperti ini, . .”

 

“ma, . ma, . maksud oppa, .??”

“buat aku membencimu, buat aku tak bisa lagi menerimamu dihatiku, rasanya sangat sulit jika aku harus betahan hidup dengan keadaan seperti ini saeya~, . .”

“. . . . “

“kenapa ku selalu berkeliaran di otakku, .??kenapa aku tak kunjung bisa membencimu dengan semua kejadian yang terjadi dan berita itu, malah membuatku hampir kehilangan nafas karena tak sanggup menahan sesak di dadaku, begitu besarnya kah cintamu untuknya, .??kenapa harus dongsaengku sendiri, .??kenapa, .??”ucapnya berapi-api sambil jatuh dengan air mata yang deras mengalir, tak dapat ku tahan air mataku. Aku menangis disaat dia juga menangis, karena mata ini miliknya. Dan dia sedang menangis karena aku, karena kebodohanku. Ku abaikan hatiku yang juga terluka karenanya, aku tak mau membuatnya berfikir aku memperhatikan dan mengharapkannya disisiku.

“dan kenyataannya memang begitu oppa, aku mencintainya melebihi cintamu padaku, aku mencintainya jauh sebelum aku mencintaimu, . .”balasku tajam tanpa memandang wajahnya

“apakah aku tak punya sedikit saja ruang di hatimu, .??kenapa sulit sekali meraih hatimu saeya~, . .aku menyayangimu, apakah itu tak cukup, .??”

“nyatanya aku tak membutuhkan cintamu itu oppa, . .bagiku mencintai dan menyayangi itu lebih penting, jika aku tak bisa mencintaimu, maka akan sama rasanya seperti membelah hatiku menjadi banyak sekali lapisan, . .tinggalkan aku oppa, . .pulanglah dan jangan pernah kesini, cobolah melupakanku secepatnya. Karena percuma saja jika kau memaksaku, aku tak akan pernah jatuh cinta padamu, . .pulanglah, . .”ucapku panjang lebar sambil menunjuk pintu.

“jebal, . .beri aku kesempatan untuk menunjukkan padamu bahwa aku benar-benar tulus mencintaimu saeya~, . .jebal, . .”

“shireo~, . .aku tak bisa oppa, mianhae, . .lagi pula cepat atau lambat kau tak akan pernah melihatku lagi di kota ini, .minhae, .tolong keluar dari apartemenku sekarang, . .”ucapku tanpa melihat wajahnya. Tiba-tiba ia mendekatkan tubuhnya padaku, apa yang akan dia lakukan. Wajahnya semakin mendekat kearahku, membuatku dapat merasakan setiap hembusan nafas yang sangat aku rindukan, hembusan nafas yang selalu membuatku tenang saat ada disisinya, tangannya menarik pinggangku sehingga aku jatuh dalam pelukannya. Sialnya, seluruh persendianku lumpuh, tak bisa menolaknya, ataupun berontak darinya. Bibirnya semakin mendekat kearahku hingga membuat hidungnya yang mancung itu menyentuh hidungku. Ku isi seluruh tenagaku mencoba melawan semua yang terjadi, aku tak mau dia berfikir aku mencintainya.

“hentikan oppa, . .”

“Ah, . .mianhae, . .”ucapnya lalu menjauhkan tubuhnya ke tubuhku

“sebaiknya cepat pergi dari sini, dan cobalah untuk melupakanku, .”

“mianhae, . .tak bisakah kau berikan aku 1 kesempatan, .??”

“mianhae oppa, tapi sudahlah jangan terus memaksaku seperti ini, aku akan tetap berdiri pada pendirianku, bahwa aku tak bisa menerimamu oppa, jadi jangan buang-buang banyak tenagamu hanya untuk memintaku ada disampingmu, karena itu percuma saja, mianhae, . .pulanglah segera, . .dongsaengmu pasti sudah menunggumu, . .sampai jumpa lagi, . .”

“. . . .”dia hanya membisu sambil berjalan keluar. Aku hanya dapat menangis menatap pungungnya yang kian hilang dari jarak pandangku. Dia benar-benar telah pergi sekarang, tak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah dia akan kembali atau mungkin akan menjauh dariku. Ku tumpahkan semua air mata yang sedari tadi ku tahan, aku tak sanggup lagi terus seperti ini. Aku ingin segera pergi, aku ingin menjauh dari sini, rasanya sangat sakit bila terus menerus melihatnya terluka karena aku. Dia terlalu indah untukku, terlalu jauh untuk ku raih dan terlalu berharga untuk aku hancurkan. Aku tak mau menghancurkannya karena aku. Dia pasti sangat terluka saat ini. Ku putuskan untuk menelfon seseorang, aku akan pergi dari kota ini secepatnya. Aku sudah tak tahan lagi, skandal ini, leeteuk oppa. Sudah cukup rasanya semua masalah itu. Aku segera memesan tiket pesawat dengan penerbangan mala mini. Ku pijat-pijat tombol Hpku, mengirimkan sebuah pesan singkat untuk eunsoo. Aku ingin mengabarkannya bahwa aku akan segera pergi. Hingga Hpku bordering tanda ada telefon masuk, kubuka flip Hpku.

“Ne, . .aku harus pergi sekarang soo~ya, . .aku sudah begitu banyak membuat masalah disini, aku akan berangkat 3 jam lagi, kau mau mengantarku tidak, .??”

“oh begitu, . .ne gwenchana, . .jaga dirimu baik-baik disini soo~ya, . .”

***

10 menit lagi pesawatku akan berangkat. Aku masih saja terdiam di salah satu bangku di ruang tunggu. Berharap dia akan datang dan menahanku, meski sebenarnya aku ingin menghindarinya. Tapi, aku masih tak rela meninggalkannya disini, rasanya sangat berat mengingat cintaku yang sangat besar padanya. Ku langkahkan kakiku setengah diseret untuk segara masuk ke pesawat, karena sepertinya pesawatku akan segera berangkat. Sejauh aku melangkah tak ada satupun tanda-tanda bahwa akan datang orang yang kuharapkan akan menghentikan langkahku. Dia tak akan mungkin datang saera, jangan berharap pada hal yang sangat mustahil. Ucapku dalam hati mencoba menenangkan. Lagipula Kibum bilang malam ini akan ada acara music yang harus mereka isi disalah satu stasiun tivi. Dia tak akan mungkin datang, jadi aku tak boleh terlalu banyak berharap padanya.

Ku tolehkan kembali kepalaku, berharap bisa merekam suasana kota seoul yang akan aku rindukan. Entah berapa lama aku akan pergi, aku juga tak tahu kapan aku akan bisa kembali kesini. Dengan berat ku langkahkan kakiku masuk kedalam pesawat, hingga ada seseorang yang menarik tanganku dan mengecup bibirku dalam. Tak dapat kulihat wajahnya dengan jelas, tapi mata ini. Hanya ada satu orang yang memiliki mata teduh ini, mata yang selalu membuatku selalu merindukannya. Dia, apa yang dia lakukan disini. Tak kuhiraukan semua yang berkecamuk dalam otakku dan mencoba menikmati setiap detik lumatan yang dia lakukan. Meski kusadari banyak mata yang menatap kami aneh. Tapi aku tak peduli, meski kutahu bahwa akan ada banyak berita yang muncul setelah ini. Dan saat kucoba untuk mengendalikan diri dan menyadarkan kembali semua persendianku, ku tarik tubuhku darinya. Dan mendorongnya menjauh dariku, ku langkahkan kakiku cepat menuju pesawat tanpa memandang wajahnya lagi. Ku percepat langkahku menjauh darinya. Hingga tiba-tiba, . . .

 

TBC

Kekekeke~

Author jalang datang, akhirnya kelar juga part 2 ini. Dengan mencoba menyempatkan sedikit waktu dari kesibukan yang makin padat karena tugas kuliah yang banyak gila, akhirnya selesai juga. Mian kalo Geje dan kagak Nyambung.

Gomawo buad readers semua yang uda setia menunggu FF saia ini.

Gomawo juga buat yang uda comen di part 1 dan FF yang DongEun Couple. Gomawo readers All, . .^___^

*Big Hug N Chu*

Untuk lanjutan dari FF ne, ditunggu aja ya readers. Nunggu saia punya waktu dulu ya, doakan saja tugas-tugas yang uda kayak gunung itu cepet selese, .Kekekeke~

*curcol dikit*

Kalau mau readers bisa buka aja blog aq, ryezkyeanouna.wordpress.com

Gomawo semua, . .^___^

*Big Hug N Chu*

2 Comments

Filed under romance, superjunior fanfiction

2 responses to “.: SaTeuk Couple: Ramen Nouna Saranghae ~part two~ :.

  1. yuni_imnida

    rrrr. . . bru bsa komen. .
    mian ya kmaren FB-ku eror jadi gatau kmu kirim wall. Semua komen udah ku moderasi tuh. . .

    ini sampe brapa part?

  2. gwenchana onnie, . .
    ukeyh2, . .gomawo ,. .
    kgak enak lead comen2 pada numpuk kgak di moderasi, . .:)

    em, . .sampe 3 part mungkin, . .
    tergantung mood juga, . .
    kekeke~/plaak

    gomawo uda comen onnie, . .^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s