.:SaTeuk Couple: Ramen Nouna Saranghae ~part one~:.


Author: Ryezkyeanouna

‘BRUUUUUK’

“segera antarkan pesanan ramen ini ke alamat ini, kau hanya punya waktu 10 menit saera~ya”ucap pria berperawakan tinggi besar dan mata sipit didepanku

“Ne Ahjussi, . .”ucapku gugup dan bergegas mengambil setumpuk pesanan yang ada didepanku, aku harus memburu waktu, tidak boleh telat mengantarkan pesanan ini, bisa-bisa aku dipecat. Karena sudah 1 minggu ini aku selalu melakukan kesalahan, dan berulangkali kim ahjussi memberiku kesempatan, wajahnya memang garang dan tak bersahabat, tapi sebenarnya hatinya sangat baik. Ku pacu sepedaku, berharap masih bisa mengejar waktu. Sesekali kulirik jam tanganku.

“Aish, .kurang 5 menit, .”gumamku pelan. Masih ada 2 blok lagi yang harus aku lewati, aku bukan spiderman yang bisa mengantarkan pizza menggunakan jarring laba-labanya kan, aku hanya gadis biasa yang punya sepeda. Ku percepat sepedaku semoga masih ada kesempatan untukku bernafas lega karena tak dipecat hari ini.

‘akhirnya sampai’gumamku dalam hati, 1 menit lagi. Pintu lift terbuka, buru-buru kucari nomer kamar apartemen yang tertera dilembar kertas yang diberikan kim ahjussi tadi padaku. Dan….

“Nuguseyo, .??”kata seseorang dari dalam setelah ku tekan bel apartemen tersebut

“pengantar ramen, .”balasku, lalu pintu itu terbuka

“Oh, . .Ne, . .tapi, disini tak ada yang pesan ramen, Noona”ucap namja dengan tubuh gendut didepanku,

“Tapi, bukankah ini alamat yang sesuai dengan ini”kataku sambil mengulurkan kertas yang menjadi penunjuk arahku dari tadi

“Hah,  .benar, .tapi, disini benar-benar tidak ada yang memesan ramen, .”

“maksud anda apa, .??”

“sudahlah pergilah noona, karena aku juga tak mau membayar ramen ini, aku tidak memesan ramen ini noona, . .”ucapnya seraya mengusirku

“ta, . .tapi, . .”belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, pintu itu sudah tertutup

“Aish~, .dia mau main-main denganku rupanya”bisikku pelan

“Heh tuan, buka pintunya, kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu, . .cepat bayar ramen ini, kalau tidak akan ku laporkan kau ke polisi”teriakku dan mengetuk pintu keras, lalu pintu itu terbuka, tapi yang muncul malah orang yang berbeda. Seorang namja dengan tubuh lebih kurus, apakah namja tadi bertransformasi, kenapa sekarang jadi kurus begini.

“ada yang bisa ku bantu noona??kenapa kau membuat keributan didepan apartemenku??kau sadar tidak, sudah menggangguku??”ucapnya dengan tatapan meremehkan

“aku hanya ingin mengantarkan ramen ini, cepat tanda tangan disini dan bayarlah, lalu aku akan segera pergi agar kau tak terganggu dengan keributan yang kubuat disini”

“tapi, tak ada yang memesan ramen ini noona cerewet” ucapnya ketus ’hah, apa dia bilang?noona cerewet, seenaknya saja bilang aku begitu’umpatku dalam hati

“Ya~, .Heechul Ada apa ini, kenapa rebut sekali, .??”terdengar suara dari dalam, dan muncullah seseorang di belakang namja yang sedang berdiri dihadapanku. Jadi namanya heechul, eitz tunggu dulu. Sepertinya nama ini sangat familiar ditelingaku. Siapa ya, .??

“Yeoja cerewet ini, memaksaku untuk membayar ramen yang tidak ku pesan”ucapnya dan langsung membuatku setengah berteriak

“SUPER JUNIOR, . . .”

“aish~, .apa yang kau lakukan noona, mau membunuh kami ya, .??”ucapnya heechul sambil membungkam mulutku dan menyeretku masuk ke dorm

“hem, . .he, . .hem. . .”gumamku seraya meronta, berharap segera dia segera melepaskan tangannya dari mulutku

“lepaskan dia heechul~shi, jangan sampai dia mati ditanganmu”ucap namja berbadan gendut yang sedang duduk di sofa sambil memperhatikan televise dan tangan yang dengan aktifnya mencomot makanan dihadapannya

“ah, . .sudahlah, aku Cuma ingin mengantarkan pesanan ini, cepatlah bayar. Masih banyak pekerjaan yang harus ku kerjakan, apakah kalian masih juga tak mau mengaku, siapa yang memesannya, .??”terangku, setelah tangan heechul terlepas dari mulutku.

“itu pesananku, siapa bilang tidak ada yang pesan, .??”ucap namja yang sedari tadi memperhatikanku dengan tubuh mematung didekat heechul.

“jadi kau yang pesan, kenapa tak bilang dari tadi babo, . .”ucap heechul mendekati namja tersebut dan sedikit menjitak kepalanya, namja ini pasti Leeteuk, meski aku bukan penggemar mereka, setidaknya aku tahu dia adalah penyiar salah satu radio, bersama dongsaengnya yang bernama Hyuk Jae, meski dia tampan, tapi aku tak tertarik sedikitpun dengannya. Tak juga dengan yang lain.

“kalau begitu cepatlah kau tanda tangan dan berikan aku uang, aku buru-buru”ucapku sedikit kesal

“Ne, . .”

“gamsahamnida, . .sering-seringlah memesan di restoran kami, .”ucapku dengan nada dibuat-buat lalu membungkuk, setelah dia menandatangani kertas yang kuberikan padanya dan membayar ramen tersebut tentunya. Ku buka pintu dorm itu, berharap bisa segera pergi dari tempat ini. Bagi sebagian yeoja yang seumuran denganku, bertemu dengan mereka mungkin adalah sebuah keberuntungan dan kebanggaan, tapi bagiku itu sungguh merugikan, waktuku terbuang hanya karena mereka. Bisa-bisa gajiku dipotong, atau kemungkinan terburuk aku akan di pecat. Jam 13.00 KST setengah jam lagi jam istirahatku, aku haru segera kembali ke restoran, Kim ahjussi pasti akan marah padaku. Ya tuhan, lindungi aku, aku tak mau dipecat dari pekerjaan ini. Aku harus bertahan, akan ku buktikan pada Appa bahwa aku bisa tanpa dia.

‘Lee Saera Fighting~!?’ucapku dalam hati

 

“Apa saja yang kau lakukan saera, aku hanya memberikanmu waktu 20 menit untuk pergi dan kembali lagi kesini, kau membuang waktumu sebanyak 55 menit lebih 10 detik dari waktu yang ditentukan, apa saja yang kau lakukan, .??”omel Kim ahjussi

“Mianhae ahjussi, tadi ada sedikit kecelakaan, .Mianhae, .aku tidak akan mengulanginya lagi”ucapku dengan nada bersalah dan mebungkuk-bungkuk

“baiklah, .istirahatlah dulu, .20 menit lagi kau kembali bekerja, .”katanya bijak dan kembali ke dapur

“huh, . . .aku selalu saja melakukan kesalahan”gumamku sendiri sambil menghembuskan nafas panjang

“Saera~ya, . .”panggil seseorang, seseorang yang sangat kukenal, seseorang yang selalu membuat jantungku berdegup tak menentu

“ah, . .wae, .??”ucapku lalu menoleh kearahnya

“begitukah sambutan yang kau berikan padaku, .??tidak ramah sekali pada pelanggan, .??”ejeknya padaku

“mwo??sejak kapan kim kibum jadi pelanggan kami, yang ada malah restoran ini segera ditutup karena pelanggannya yang satu ini tak pernah bayar, .”candaku

“Omo~??semiskin itukah aku, .??”ucapnya dengan wajah pura-pura serius

“tepat sekali, . “balasku diikuti dengan tawa kami

“ayo ikut aku, ini jam istirahat siang kan,.?”ucapnya seraya menggandeng tangaku

“kemana, .??”Tanyaku dengan wajah penasaran

“ah sudahlah ikut saja, . .kajja, .”belum sempat aku menjawab dia sudah menarik tanganku keluar rastoran dan disuruhnya aku naik ke mobilnya. Dia selalu saja menggunakan kaca mata hitam dan masker saat keluar, saat ku tanya kenapa, pasti akan menjawab agar tidak kepanasan, walaupun pada musim dingin. Aku tak tahu apa yang ada dipikirannya, semuannya misteri bagiku. Aku mengenalnya 2 tahun yang lalu, dia sunbaeku di kampus, kami satu jurusan tapi baru mengenal saat dia akan lulus, waktu itu dia sudah tingkat akhir. Tapi kami bertemu kembali saat aku bekerja di restoran ramen ayahnya, sebuah kebetulan yang tak pernah kuduga. Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, bukankah itu konyol. Kami berkenalan di perpustakaan, saat tak sengaja mengambil buku yang sama. Memang terdengar seperti telenovela, tapi aku terpesona dengan tatapan matanya yang meneduhkan dan senyum misteriusnya yang menyimpan berjuta rahasia yang ingin ku ketahui. Aku mencintainya, sejak saat itu dan sampai hari ini dan mungkin juga selama aku masih bisa bernafas disisinya.

“sudah sampai, . .”ucapnya menyadarkanku dari lamunanku

“ah, . .tempat apa ini, .jelek sekali, .”ejekku

“sudah turun dulu, akan kutunjukkan sesuatu yang sangat rahasia padamu, .”ucapnya diiringi senyum misterius khasnya

“mwo??kau menyimpan rahasia di tempat sejelek ini, kenapa tak kau simpan dalam tanah saja sekalian, .??”ledekku dengan tawa meledek ke arahnya

“ayo turun, .kajja, . .jangan banyak omong, atau kulem bibirmu dengan lem yang kusimpan di bibirku, .”

“aish~?!kau mengancamku kim kibum, .??”ucapku yang tak dihiraukannya, dan segera meninggalkanku. Hatiku bertanya-tanya, rahasia apa yang akan dia berikan untukku, waktu istirahatku bahkan sudah hampir habis. Ku buka pintu mobil dan berjalan mengikutinya, tempat ini seperti rumah tua yang ditumbuhi banyak sekali tumbuhan menjalar diseluruh sisinya, bahkan tak terlihat dengan jelas bentuknya. Dibukanya pintu rumah tersebut dengan kunci yang dipegangnya. Betapa terkejutnya aku saat ku lihat isinya, rasanya seperti bukan berada disebuah rumah kumuh, tapi sebuah istana. Istana pun kalah oleh bangunan ini, dindingnya artistic. Setiap incinya dilukis dengan berbagai macam lukisan yang berbeda, berbagai macam karakter terlukis disana.

“Waw, . .kau sendiri yang melukisnya, .??”tanyaku terkejut dengan nada kagum

“tentu saja, .ini tempat rahasia, jadi tak boleh ada yang tahu, .”balasnya

Namun ada sesuatu yang menarik perhatianku sesuatu yang ditutupi berada ditengah. Ku kerahkan tanganku meraih kain yang membungkus lukisan itu,

“Saera~ya, . .akan kutunjukkan padamu rahasiaku yang sesungguhnya, .”

“Mwo??jadi ini belum rahasianya ya,”

“ini hanya bagian terkecil dari rahasia terbesarku, . .”ucapnya lalu dibuka salah satu jendela yang ada disudut, sudah hampir sore dan ini sudah lewat 1 jam dari jam istirahat yang ditentukan, apa yang harus aku lakukan kalau seperti ini

“kibum~shi, kau sebaiknya segera mengantarku kembali, aku tak mau ayahmu memecatku, aku masih butuh biaya hidup. Aku ini masih mahasiswa, kajja, . .lain kali saja kau beri tahu aku rahasiamu itu. . .ayo cepat, . .”ucapku sambil menarik tangannya

“sudah ku izinkan kau pada aboji, tenang saja. Kau tak akan pernah dipecat tanpa seizinku”ucapnya santai

“mwo??”ucapku dengan mulut membentuk O

“sudahlah abaikan, . .sini, sebentar lagi rahasiaku akan muncul”

“sebenarnya apa yang ingin kau tunjukkan, hah, .??”

“diamlah dan amati, .”ucapnya sedikit ketus dan menyeretku ke arah jendela

“Waw, . .indah sekali, .ini, .ini, .”aku tak dapat berkata apa-apa, pemandangan yang ada didepanku adalah sungai han, amat jelas setiap sudutnya dari sini, sungguh menakjubkan.

“inilah rahasiaku, setiap aku gundah, kecewa, senang dan ingin menenangkan diri, aku akan kesini, tempat inilah yang mendengarkan semua keluh kesahku, dialah saksi perjalanan hidupku, setelah eomma meninggalkan aku saat aku masih di sekolah akhir. Tempat ini benar-benar rahasia karena tak ada seorangpun yang kuberi tahu, bahkan aboji. Tak ada seorangpun yang tahu tempat ini, dan kamu adalah orang pertama yang kuberi tahu. Bisakah kau berjanji untuk tak memberi tahu tempat ini pada siapapun, .??”ucapnya serius, aku hanya bisa mengangguk tanpa bisa berkata apapun, apa alasannya memberi tahu tempat ini padaku

“Gomawo Saera~ya, .”ucapnya lembut sambil membelai pipiku lembut

“Ne, . .”balasku menatapnya dalam

“itu dia yang kita tunggu dari tadi”ucapnya mengangetkanku dan membuatku menoleh kea rah yang ditunjuknya, matahari tenggelam dengan siluet yang mewarnai langit dengan pantulan cahayanya, indah sekali. Tak dapat ku lihat hal seperti ini di tempat biasa, hal seperti yang selalu menjadi khayalanku. Melihat terbenamnya matahari disamping orang yang kusayang, dan sekarang khayalanku menjadi nyata. Meski aku tak tahu cinta kah dia padaku, tapi aku tak peduli. Yang terpenting adalah aku mencintainya dengan segenap hatiku, aku tak peduli apa yang akan terjadi besok, aku akan tertap mencintainya.

“gomawo kibum~ah, . .”ucapku lirih dan mengalihkan pandanganku kearahnya

“mwo??gomawo untuk apa, .??”

“karena kau telah percaya padaku, kau selalu menjadi temanku selama ini, gomawo kibum~ah, .”

“Ne, .Cheonmaneyo, senang bisa berbagi cerita dengan orang yang sangat berarti, .”

“MWO??”ucapku sedikit memastikan pendengaranku, karena suaranya yang tiba-tiba menipis dan amat menyulitkan pendengaranku

“Gwenchana, . .ah, .tak terasa sudah gelap, ayo kuantar kau pulang, kau tak boleh berlama-lama ditempat rahasiaku ini, .”ucapnya dengan nada dibuat-buat

“Hah, . .baiklah, aku akan segera pergi dari tempat jelek ini”balasku tak mau kalah. Disinilah kami sekarang, didepan sebuah gedung yang menjulang. Dia mengantarku pulang setelah sempat  makan malam di sebuah restoran sederhana yang sangat tertutup, aku juga tak tahu kenapa dia selalu mengajakku ketempat yang sepi, tak ada keramaian. Dasar pria aneh, tapi aku dengan bodohnya mencintai pria babo ini.

“cepatlah masuk, sampai berapa lama lagi kau akan duduk disini Saera~ya?apa kau tak ingin jauh-jauh dariku?”ucapnya sambil memamerkan seringainya

“baiklah, aku akan segera turun, karena aku juga sudah ingin muntah mendengar ucapanmu tadi”ejekku, yang diikuti tawa oleh kami berdua

“Annyeong, . .semoga besok kita bisa bertemu lagi. Jaga dirimu baik-naik saera~ya, .”ucapnya sambil melambaikan tangannya dengan senyum yang terus tersungging dibibirnya

“Ne Kim Kibum, kenapa kau jadi cerewet begitu hah, .??sudah sana pergilah, annyeong”balasku

Mobil itu kian menjauh dari jarak pandang mataku yang kian terbatas, ku biarakan sepedaku di restoran, lagipula aku sudah menitipkannya pada eunsoo tadi. Segera ku langkahkan kakiku memasuki apartemenku, apartemen sederhana yang kubayar dengan hasil jerih payahku sendiri. Meski appa memberiku uang yang dapat ku belikan apartemen yang lebih megah dari ini, tapi uang itu ku tabung. Aku ingin appa tahu, bahwa aku juga bisa menghidupi hidupku sendiri tanpa uang yang diberikan oleh Appa. Aku juga ingin merasakan semua pekerjaan dari bawah, sebelum nantinya aku akan mewarisi perusahaan Appa. Perusahaan yang dibangun Appa dari nol dan sekarang sudah menyebar diseluruh dunia, dan pusatnya ada di cina. Meski aku pewaris tunggal perusahaan Appa, aku tetap tak mau hal itu diketahui oleh siapapun meski itu eunsoo sahabatku. Aku tak mau ada orang munafik yang berteman denganku hanya karena uang yang kupunya, aku ingin punya teman yang tulus mau menjadi temanku. Meski aku percaya eunsoo adalah sahabat yang seperti itu, tapi aku tetap belum bisa membuka rahasia ini padanya.

 

Pagi ini masih sama seperti biasa, kulangkahkan kaki menuju halte bis, aku harus berangkat ke kampus lebih pagi dari biasanya hari ini. Karena aku tidak membawa sepeda kesayanganku yang kutitipkan pada eunsoo. Kuliah lee sanjangmin pagi ini juga cukup menjadi alasan mengapa aku berangkat pagi, dosen yang satu itu memang tak ada duanya, sekali memberi hukuman akan membuat keder setengah mati.

“saera~ya, . .”teriak seseorang dari sebuah arah yang membuatku berusaha keras untuk mencarinya, hingga ku temukan sosoknya. Wajah imut dan tubuh seksi, sahabatku saat pertama kali masuk kuliah, kami teman satu regu saat acara penyambutan mahasiswa baru dulu *anggap aja di korea ada ospek ya*

“apa yang terjadi padamu kemarin, kenapa kau tiba-tiba menghilang dari restoran dan tanpa alasan membutku harus mengurusi sepedamu yang menyebalkan itu. Kau tahu, gara-gara sepeda jelekmu itu, aku hampir saja menyapu jalan karena menabrak sebuah tong sampah, aku sudah tak mau lagi membawa sepeda sialmu itu, aku sudah kapok”gerutunya panjang lebar, dengan ekspresi sebal yang dibuat-buat

“ha, . .ha, . .ha, . .ha. . . .mianhae soo~ya, aku merepotkanmu”ucapku sambil tertawa terbahak-bahak melihat ekspresinya, dan sebuah jitakan mendarat sangat mulus di dahiku

“dasar gadis babo, kau pikir gadis seksi sepertiku pantas naik sepedamu yang tak berbodi itu, awas saja kau, .”ucapnnya geram

“Mianhae, . mianhae, .bagaimana kalau sebagai gantinya, kau kutraktir makan siang hari ini, di restoran ramen tempat kita bekerja, bagaimana, .??”balasku dengan memasang senyum terbaik yang ku punya

“oke, . .aku terima , . .kalau seperti ini, sering-sering saja kau mentraktirku, .”

“kalau begitu sering-sering juga kau rawat sepedaku, .”ucapku lalu diiringi dengan tawa kami yang semakin mengeras

Hari ini berjalan lebih cepat dari biasanya, aku juga tidak terlambat datang ke tempat kerja. Ku kayuh sepedaku, kali ini dengan lebih sedikit lebih lambat dari kemarin. Masih alamat yang sama seperti kemarin, dorm super junior. Ya tuhan, kenapa harus selalu aku yang mengantarkan pesanan mereka, kenapa tidak yang lainnya saja. Kali ini ku harap mereka tak akan membuat waktuku terbuang lagi. Ku tekan bel dorm tersebut. Dan muncullah seorang namja yang kemarin memesan ramen ini, pasti dia lagi yang memesannya.

“ini ramen anda, .”ucapku lalu mengulurkan ramen yang ku bawa

“oh Ne, .Gomawo, .em, .Saera~ssi”ucapnya sopan sambil membungkukkan badan. Chakkaman, dari mana dia tahu namaku

“Mwo??dari mana anda tahu namaku, aku bahkan tak mengenal anda, .”balasku sopan

“itu, .”jawabnya diiringi dengan telunjuk yang tertuju pada Id cardku, ah iya, babo kenapa tak terfikir olehku, dia kan bisa membaca

“park jungsoo imnida, . .kau cukup memanggilku leeteuk”lanjutnya memperkenalkan diri sambil membungkuk, kubungkukkan badanku sebagai penghormatan dan salam perkenalan

“eteuk oppa, . .”teriak seseorang yang sudah ada dibalik punggung namja didepanku ini

“waeyo, .??”

“Ini, . .Saera~ya, .apa yang kau lakukan disini?”Tanya namja yang tadi berteriak itu dengan ekspresi kagetnya

“kibum~ah, .seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini, .??”balasku tak kalah kagetnya

“kalian saling kenal??”Tanya leeteuk oppa yang bingung dengan ekspresi kami

“tentu saja, . “jawab kami bersamaan, jangan bilang kalau dia adalah member super junior, tidak mungkin. Jadi selama ini dia berbohong padaku, kenapa tak jujur saja. Tanpa diminta, kakiku segera berlari meninggalkan tempat. Air mataku runtuh, rasanya seperti sudah dihempaskan. Kenapa tak jujur saja padaku, apa kau takut aku berteman denganmu karena kau idola. Serendah itukah pemikiranmu terhadapku, tapi bukankah aku juga pembohong, aku tak pernah jujur pada lingkungan tentang jati diriku. Apakah ini karma dari semua pemikiran yang kubuat sendiri, ku kayuh sepedaku cepat dan tanpa tujuan, tak tahu harus kemana, hingga ku putuskan untuk berhenti didekat sungai han dan duduk di salah satu bangku yang kosong. Ku tumpahkan semua yang menjalari hatiku, kekecewaanku padanya yang tak mau berterus terang padaku. Lalu, . .

“sudah noona jangan menangis, . .”ucap seseorang yang tak tahu sejak kapan sudah duduk disampingku dan menjulurkan sapu tangan padaku

“kadang seseorang punya alasan sendiri kenapa dia tak memberitahumu siapa dirinya, dan baginya alasan itu adalah keputusan terbaik baginya dan bagimu, . .”lanjutnya menenangkanku

“tapi, kenapa dia tak jujur saja, . .”jawabku sesenggukan

“mungkin karena dia tak ingin melukaimu, tenanglah. Jangan menangis lagi sae~ya, . .”katanya yang membuatku refleks menoleh kearah orang yang ada di sampingku tersebut. Apa yang baru saja dia ucapkan, dia memanggilku apa??sae~ya. Siapa dia, seenaknya saja memanggil nama orang. Betapa terkejutnya aku saat ku dapati leeteuk sudah ada di sampingku, meski wajahnya ditutupi masker, dan memakai topi yang hanya menyisakan matanya yang terlihat, aku bisa langsung mengenalinya, dari sorot matanya itu, dan juga suaranya, suaranya yang sangat lembut.

“Mwo??kau, .bagaimana kau bisa tahu aku ada kesini??”tanyaku penuh selidik

“molla, . .anginlah yang memberi tahuku kalau kau disini, kau kecewa padanya??”

“bukan urusanmu, .pergilah, aku akan baik-baik saja disini, terima kasih kau sudah berusaha menengkanku, .”ucapku memalingkan wajahku darinya, kenapa dia harus menatapku seperti itu, menyebalkan sekali rasanya kalau ditatap seperti itu.

“sekarang itu menjadi urusanku, karena dia dongsaengku dan kau, . .kau, . .ah, sudahlah, ayo ikut aku, akan kubuat kau tak menangis lagi”

“tidak perlu, lagi pula apa urusanmu denganku, kau hanya pelangganku dan aku hanya pengantar ramen, sudah pergilah. Aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk menenangkan diriku, .”

“dengan menangis seperti ini ditempat umum, .??kau pikir keren menangis dengan dilihat orang seperti itu, .??dasar yeoja aneh, sudahlah ayo ikut aku, .”

“kau, . .”belum sempat aku membantahnya, dia sudah memaksaku bangkit dari tempatku, dengan cengkraman tangannya yang kuat menggenggam tangaku. Apa sih maunya orang ini, dikira aku boneka apa.

“ya~, .jungsoo~sshi, .lepaskan aku”teriakku mencoba melepaskan tanganku dari tangannya

“diamlah, atau aku akan memaksamu diam dengan bibirku, . .”

“mwo?!”ucapku kaget sambil menutup mulutku dengan punggung tanganku yang tak dipengangnya

“kau mau, . .”serunya sambil membalikkan tubuhnya padaku dan menatap mataku dalam

“Ani, . .”balasku sambil menggelengkan kepala

“kalau begitu ikutlah aku, .”

Tak tahu apa yang akan ia lakukan padaku, tapi aku merasa dia tak akan melukaiku, auranya menggambarkan bahwa ia orang baik meski kadang dia juga sangat menyebalkan.

 

Berjam-jam aku duduk disini, disebuah kebun yang sangat indah, tak ada orang lain disini, hanya aku dan namja sialan yang telah menenangkanku. Perasaanku sudah baikan sekarang, aku memang harus menerima semua ini kan, apa hakku kecewa padanya. Bukankah aku hanyalah temannya, teman yang baik akan menerima temannya apa adanya kan, .??

“bagaimana, .masih marah, .??”ucapnya megagetkanku sambil membawa segelas kopi

“em, . .sudah tak seburuk tadi, . .Gomawo”

“sepetinya kau berhutang padaku noona, .”

“yak~, . jungsoo~sshi, . .kenapa kau matre sekali, tidak ikhlas menolongku, .”balasku cemberut

“jelek sekali, . .”ucapnya sambil mengusap pipiku sehingga dengan reflex ku jauhkan tubuhku.

“apa yang mau kau lakukan yadong, .??”

“hah, .??kenapa kau memanggilku seperti itu saeya~sshi”

“Karena ku pikir otakmu itu memang yadong, . .”balasku sambil menjitak kepalanya dan beranjak berlari menjauhinya

“YAK~”teriaknya sambil mengejarku

“hahahaha . . .ayo kejar aku yadong, . .hahahaha”tawaku lepas,

Ternyata dia tak seburuk yang ku bayangkan. Ku pikir dia adalah sosok idola yang menyebalkan dan tak dapat dengan mudah bergaul dengan orang. Tapi, semua itu salah. Dia sangat baik, mudah menerima orang lain. Hatinya sangat tulus seperti malaikat. Sejak saat itu, aku akrab dengannya. Sangat akrab hingga hampir tiap hari aku mampir ke dorm super junior hanya untuk mengantarkan ramen pesanannya. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhanku bernafas dengan melihat wajahnya, rasanya aneh memang, tapi aku seperti kecanduan morfin yang terkandung diwajahnya. Apakah ini yang namanya cinta, ah tidak, . .aku tak mau jatuh cinta padanya, aku tak mau jadi bulan-bulanan fans karena berpacaran dengan seorang idol.

 

Hari ini aku libur kerja, kuputuskan untuk bersantai-santai diapartemen. Aku ingin istirahat, rasanya letih sekali berhari-hari bekerja dan kuliah tanpa henti. Ditambah lagi kejadian yang akhir-akhir ini terjadi padaku, semuanya membuatku lelah. Sejak kejadian itu, aku tak pernah bertemu dengannya, bahkan saat aku ke dorm. Dia seperti menghilang begitu saja, terus terang ada rindu yang menelusup di hatiku. Tapi, kenapa aku dapat dengan mudah melupakannya saat aku bersama dengan leeteuk oppa. Aku lebih merasakan kenyamanan dan ketenangan saat bersama dengannya. Aku seperti menemukan diriku saat ada disisinya. Aku sebenarnya juga bingung dengan perasaanku ini, tak bisa dipastikan perasaan apa ini. Aku benar-benar tak mau menyebutnya cinta, karena aku tak mau jatuh cinta padanya. Ku benamkan tubuhku di balik selimut tebalku. Hari ini aku tak mau diganggu siapapun. Hingga bel apartemenku berbunyi. Siapa yang berani-beraninya mengganggu orang tanpa dosa ini, ya tuhan. Ku paksakan tubuhku bangun dari tempat tidur, dan dengan langkah diseret ku arahkan kakiku menuju pintu,

“iya tunggu, . .Nuguyo, .??”teriakku sambil membuka pintu,

“selamat pagi noona ramen, .  .”sapanya dengan senyum malaikat yang selalu membuatku ingin melihatnya setiap waktu

“hah, . .oppa, .??apa yang kau lakukan disini, kenapa kau mengganggu hari liburku, pulang sana, aku tak menerima tamu hari ini, .”ucapnya sambil menutup pintu yang buru-buru ditahan dengan kakinya yang membuatku membuka lagi pintuku

“seperti itukah caramu menyapa tamu kehormatan sepertiku, .??”

“haha, . .ada yang bisa saya bantu tuan, .??sepertinya anda salah alamat, .”jawabku dengan suara yang dibuat-buat dan senyum yang dipaksakan

“wah, . .apartemenmu rapi juga ya saeya~sshi, . .”ucapnya sambil masuk begitu saja tanpa permisi

“yak~, . .siapa yang menyuruhmu masuk, .hah, .?”teriakku sambil menjitak kepalanya

“aw, . .sudah cepat buatkan aku minum sana, dari pada kau hanya mengoceh saja dari tadi, .”

“aish~ beraninya kau menyuruhku di apartemen yang jelas-jelas milikku hah, ,?dasar tamu tidak sopan”gerutuku lalu berjalan ke dapur. meski sudah mengganggu hari liburku, tapi setidaknya aku senang karena dia yang datang. Lega sekali rasanya melihatnya baik-baik saja. tak lama ku bawakan segelas jus strawberry dan strawberry cake untuknya, kebetulan hanya ada itu didalam kulkasku.

“Mwo, .??kau fans ku ya saeya~sshi, .??bagaimana kau tahu aku suka strawberry, .??”ucapnya kaget

“aish~ GR sekali kau park jungsoo~sshi, .??kebetulan hanya ada itu di dalam kulkasku”

“em, . .lumayan enak, .”ucapnya setelah meneguk separuh jus yang ku buat tadi

“ah, . .tentu saja, .sudah sana habiskan, sebenarnya untuk apa oppa datang kemari, .??”

“ingin melihat wajahmu saja, tak boleh, .??”ucapnya ringan sambil memasukkan cake kedalam mulutnya, ucapan yang singkat tapi sudah sangat sukses membuatku menahan pipiku agar tak mengeluarkan rona merah. Orang ini benar-benar tahu bagaimana caranya membuatku berhenti bernafas sekaligus kehilangan detak jantung yang normal

“kenapa wajahmu itu Saeya~sshi, .??”

“ah, . ani, . gwenchana, .”ucapku sedikit ketus untuk menutupi kegugupanku

“apa ini saeya~sshi, . “ucapnya sambil mendekatkan tangannya kepipiku, dan menggosok-gosoknya, seperti ada noda di pipiku

“ah, . .ada apa oppa, .??”

“ada noda merah yang membuatmu terlihat lebih manis, .”

“ah, . .benarkah, .??”ucapku sambil menutup pipiku dengan tanganku, aku benar-benar malu. Apakah begitu terlihat. Aish, memalukan sekali.

“hahahahaha, . .kenapa kau malu saeya~sshi, .??”tawanya meledak melihat tingkahku

“kau sengaja menggodaku park jungsoo~sshi, .??awas kau, pasti akan ku balas nanti, .”ucapku geram

“sudahlah, .ayo ikut aku, .mandi sana dan berdandanlah yang cantik, aku akan mengajakmu kesuatu tempat yang special, .”

“mwo, .??”

“untuk kali ini jangan protes”belum sempat aku melanjutkan bantahanku dia sudah menutup mulutku dengan telunjuknya, dengan tatapan meneduhkan yang selalu membuatku menyerah tiap kali menatapnya

“baiklah, tapi tanggung sendiri akibatnya, karena aku akan sangat lama, .”

“aku akan menunggumu, berapapun lamanya, . “

Kata-kata apalagi itu, huh. Dia memang sangat sukses membuatku spot jantung tiap kali ada didekatnya. Karena dia punya banyak cara membuat jantungku berdebar tak sesuai aturan. Dasar park jungsoo sialan, kenapa kau tak mau keluar dari hatiku.  Sudah hampir 30 menit aku menyiapkan diriku, bahkan seisi lemari sudah ku acak-acak. Sampai pada akhirnya kuputuskan untuk memakai gaun tanpa lengan selututku berwarna cream dan cardigan berwarna senada dengan tatanan rambut yang sengaja ku rapikan keatas.

“tara, . .aku siap, . .”ucapku lalu keluar dari kamar

“saeya, . .”

“ne, .waeyo, .??apakah ini terlalu berlebihan, .??”ucapku bingung

“ani, . .ayo kita berangkat, .kajja, .”ucapnya sambil menarik tanganku

Aku tak tahu akan dibawa kemana aku olehnya, tapi aku yakin dia tidak akan mencelakaiku. Aku percaya padanya, amat sangat percaya. Rasanya memang aneh, karena aku dapat dengan mudah mencintainya, setelah dulu aku mencintai orang lain. Tapi, ketulusan yang dipancarkan oleh matanya membuatku yakin bahwa aku tak salah kali ini, dia benar-benar tulus. Dan kadang aku juga merasa aneh, karena aku dapat dengan mudah menghilangkan bayangannya hanya karena melihat ketulusan namja babo yang sekarang sedang ada disampingku ini. Detak jantungku berdetak sangat lain saat berada disampingnya, tidak seperti detak jantungku saat berada di dekat kibum. Rasanya ada ketenangan saat dapat kudengar suaranya ditelingaku, bahkan rasanya sangat menenangkan merasakan hebusan nafasnya diwajahku. Semua terasa berbeda apabila itu berhubungan dengan leeteuk oppa.

“sampai, . .”

“hah, . .sungai han, .??”

“tepat sekali, . .ayo turun, . .”ucapnya lalu turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untukku

“gomawo, . .”

“hem, . ,kajja, .”ucapnya sambil mengenggam tanganku erat

Kami berjalan-jalan disekitar sungai han, menikmati udara yang segar dan pemandangan yang terhampar didepan mata. Disepanjang perjalanan hanya diam yang kami lakukan, dengan tangan yang saling bertaut. Aku bahkan tak ingin memberontak darinya, rasanya begitu nyaman bisa menyentuh tangannya.

“kenapa kita kesini oppa, .??”tanyaku polos

“kau ingin tahu kenapa aku mengajakmu kesini, .?”

“hum, . .”gumamku sambil menganggukkan kepalaku seperti anak kecil

“kau tahu, .aliran sungai han ini begitu tenang tapi menyimpan begitu banyak gejolak didalamnya, seperti hatiku saat ini. Begitu tenang tapi sebenarnya menyimpan begitu banyak gejolak, . “

“maksudmu, .??”ucapku bingung, lalu dia menghentikan langkahnya dan memaksaku menghadap kearahnya, dia menatap mataku dalam

“tak bisakah kau baca hatiku dari mataku ini saeya, .??”

“ani~”

“ah, . .kenapa kau babo sekali saeya, .”ucapnya sambil menjitak kepalaku

“aw, . .sakit oppa, kenapa kau menjitak kepalaku yang tanpa dosa ini, .??”ucapku kesal

“Saranghae noona ramen, . .”gumamnya begitu lembut membelai telingaku

“ne, .??”balasku pura-pura tak mendengar, karena aku ingin memastikan, bahwa pendengaranku ini tak salah

“Saranghae, . .”ucapnya lembut sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku, dapat kurasakan hembusan nafasnya yang selalu membuatku ingin bernafas, nafas yang memberiku nafas, membuatku secara reflex menutup mata, hingga kurasakan bibirnya lembut menyentuh bibirku, ku biarkan ia menjelajahi tiap inci bibirku.

“Nado oppa, . .”balasku saat dia telah melepaskan bibirnya, dia memeluk tubuhku erat. Membuatku dapat merasakan aroma tubuhnya yang khas dan selalu ku rindukan. Wangi tubuh yang ku harap akan selalu menemani pagiku dan hari-hariku nanti.

 

TBC

 

Huah, . .akhinya buntu juga setelah berjam-jam memeras otak, berusaha mengarang dengan sekuat tenaga. Kekekeke~

Mianhae reader semua, . .harap sabar menunggu kelanjutannya ya, . .saia pasti akan meneruskan epep ini. Semoga reader semua tidak mendapatkan indikasi aneh-aneh setelah membaca epep saia ini. Gomawo uda baca N dimohon dengan sangad commentnya ya chingu semua, . .sekali lagi, . .Gomawo Sangad, . .^_____^

Peluk dan cium buat reader semua, . .^________^

Gomawo, . .sampai jumpa die pep saia selanjutnya, .  .^____________^

Big Hug N Chu always for U all , . . .^__^

Leave a comment

Filed under romance, superjunior fanfiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s