A whole new world

Posted on 14th February 2009

Author: Choi Ji Hyun

Hai Kyu, annyeonghaseyo. Choi Ji Hyun imnida hehehehehe. Aku tahu ini tidak lucu. Aku bukan bermaksud melawak, tapi aku hanya sedang teringat saat-saat kita masih SMA dulu. saat pertama kali aku mengenalkan diri di depan kelas sebagai murid baru. dasar namja bodoh bin usil! Kenapa kau menaruh lem kertas di bangku ku waktu itu? hahahaha walaupun aku kesal, tapi akhir-akhir ini aku malah menertawakan hal-hal konyol yang pernah kita lakukan bersama. Tidak tahu mengapa pikiran-pikiranku tentang kita menuntunku menekan keyboard ini untuk menulis sepatah dua patah kata tentangmu. Aku tidak berharap kau membaca ini. Aku yakin kau tidak akan sempat ber-searching ria di internet karena jadwalmu yang sangat padat sebagai member Suju. Aku juga tidak mau kau berfikir kalau aku mau mengganggu hidupmu. aku benar-benar berharap kalau kau tidak pernah menemukan situs ini. Emmm, tapi kalaupun kau menemukan blog pribadiku baik dengan sengaja maupun tidak, anggap saja ini bukan apa-apa. Ok?

Bagaimana kabarmu, Kyuhyun-sshi? Apa kau sehat? Kau masih suka jajangmyeong? Apa kau juga masih sebagai gamekyu, yang sangat memuja semua game yang ada di laptop-mu? Jaga kesehatanmu ya, Kyu. Gak terasa sudah empat tahun kita tak bertemu, kau kurusan ya? aku melihat banyak foto kurusmu yang beredar di internet? Apa artis harus diet ya? kau seperti lidi tau!!! Kurus!

Ehm… ehm…

Happy birthday, Kyu

Hope you always be healthy

I knew, it’s late

But, I never forget your birthday, Kyu. February 3th, Right?

Although I never say happy birthday for you, but I always pray to God for the best everything for youJ

I feel very ashamed to say to you after what I had done

I hope you will understand with my reason

Once again, happy birthday to Cho Kyuhyun

Oh, and happy valentine too

Oh, iya. Bagaimana hubunganmu dengan Lee Jiwon? Selama aku di Harvard aku tidak pernah mendengar gossip-gosip artis Korea. Termasuk gossip tentang Super Junior. Apa lagi gossip tentang Cho Kyuhyun! yang sangat usil ini. Banyak tugas yang harus ku kerjakan, nonton TV saja hanya sabtu dan minggu *sok sibuk hehehehe

Kyu…

Jeongmal mianhaeyo…

Aku tahu ini tidak benar karena kau adalah sahabatku. Tapi, Saranghae Cho Kyuhyun. Aku hanya berani jujur lewat tulisan ini, aku memang pecundang besar Kyu. Tapi kau adalah sahabatku dan kau sedang mengejar-ngejar Lee Jiwon waktu itu. jauh sebelum aku menginjakkan kakiku di SMA yang sama denganmu. Tiada henti kau memuji dia sampai kupingku kriting mendengar ocehanmu setiap hari. Kau memujanya, menganggapnya paling istimewa. Kau pikir bagaimana perasaanku waktu itu? PABO!!!!!

Kau masih ingat saat aku mengatakan padamu kalau aku jatuh cinta? Namja yang kumaksud adalah kau, Kyu! KAU! CHO  KYUHUN!

Aku jatuh cinta padamu!!!!! Tapi saat itu kau malah mengira aku jatuh cinta pada Kakak kelas.

Kau mau aku jujur tentang satu hal, Kyu? Apa? tidak mau? *yeoja bodoh, tanya sendiri jawab sendiri*

Yaudah mau gak mau, aku tetep jujur padamu. Aku pergi dari Seoul karena aku ingin melupakanmu. Aku tidak sanggup melihat kebahagiaanmu dengan Jiwon. Semenjak kalian jadian, rasanya aku menjadi orang terakhir yang sempat kau pikirkan. Aku benci itu! Aku benar-benar tidak sanggup menerima kenyataan, Kyu. Kenyataan kau adalah milik Jiwon. Tapi, seorang sahabat harus selalu menghargai semua keputusan sahabatnya, kan? Sahabat macam apa aku ini yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri? Akhirnya, aku menerima tawaran appa untuk kuliah di US setelah lulus. Yeah, bisa dibilang aku lari dari perasaanku sendiri. Aku hanya ingin membuat seluruh rasa cinta ini menguap dengan sendirinya saat aku berada di sini. Mian, Kyu. Mian, karena tidak pernah pamit. Dan mian karena aku malah jatuh cinta padamu. Itu sepenuhnya salahku.

Aku berusaha bahagia dengan kebahagiaan kalian, TAPI AKU TIDAK BISA!

#Abaikan!

Hmmm, Hari ini aku melihat sebuah video. Video lawas yang baru aku tahu setelah beberapa waktu berlalu. Aku tahu dari teman kampusku yang sedang memutar video Super Junior. Itu pun juga tidak sengaja. Kau terkenal ya sekarang? banyak loh temanku di Harvard yang menyukaimu. Mereka menjelma menjadi Sparkyu. Hehehehe…

Aku mendengar suara merdumu saat menyanyikan lagu a whole new world bersama dengan Pempengcho, Philippine’s idol itu. Bukannya aku cengeng, Kyu. Tapi saat melihatmu, aku hanya bisa menangis. Karena kalimat-kalimat harapan dari para Hyung-mu di Super Junior dan harapan yang mewakili seluruh ELF di penjuru dunia pada video itu. Salah satunya adalah ini…

No matter if you act childish of prank us, we will not be angry with at all. We can hope that you can return beside me again, performing together, together fighting! Back to super junior, bring us a whole new world.

April 2007 lalu, Aku sempat menjengukmu saat kau masuk ruang ICU selama enam hari. Kau tidak tahu kan? Pasti kau tidak tahu, waktu itu tubuhmu sedang diambil alih oleh semua peralatan medis. semua Hyung-mu juga tidak tahu kalau aku selalu berada di situ sampai kau benar-benar sembuh. Aku hanya melihatmu dari kejauhan di tengah segala kekhawatiran semua orang akan keselamatan ‘nyawamu’. Bukannya aku cengeng, Kyu. (Kau lihat saja Kangin oppa dan Teuki oppa menangis di video itu. mereka lebih cengeng dariku)Tapi, Aku selalu menangis tanpa henti saat melihat selang-selang infuse, perban, injeksi, tensimeter, elektrokardiograf dan segala peralatan medis yang ada di situ. Aku benar-benar menangis Kyu, saat dokter bilang operasi tak akan menyelamatkanmu. Aku menangis tanpa henti saat perban-perban itu membalutmu layaknya mumi. Aku menangis saat tulangmu patah. Aku menangis karena lukamu yang paling parah. Aku menangis saat harapan itu sangat tipis. Aku menagis ketika beritamu menjadi tranding topic di salah satu stasiun TV di New York. Aku menangis saat melihat foto-foto kecelakaan itu. aku menangis saat kau harus memakai alat bantu pernapasan. Dan kini, aku menangis tersedu-sedu saat melihatmu tersenyum kembali di video itu. Tapi, ini air mata kebahagiaan Kyu,you really bring a whole new world for me and for everyone on the world. I say thanks because you want to fight to stay alive. Thanks! Thanks! And Thanks!

Aku coba nyanyi ya:

A whole new world…

A new fantastic point of view…

No one to tell us no or where to go or say where…

Or say we’re only dreaming…

A whole new world…

A dazzling place I never knew…

But I’m way up here…

It’s crystal clear that now I’m in a whole new world with you…

Now I’m in a whole new world with you…

Udah ah, sampai di sini aja. Kau tahu kan kalau suaraku itu gak ada bagus-bagusnya…

Hehehe jadi pengen kamu nyanyiin lagu ini buatku.

Eh, tapi gak jadi deh. Nanti aku malah mewek lagi…

Gara-gara kau airmataku jadi kering kerontang begini.

Sudah ah, jangan dibahas lagi. Itu semua sudah berlalu. Nanti aku malah menangis lagi. Pokoknya kau harus konsen sebagai artis papan atas. Kau jangan main game terus, mau jadi apa kau nanti? Makan yang cukup, istirahat kalau waktu luang. Jangan main game terus (hehehehe kau masih ingat jaman kita mian nitendo dulu?  jadul banget ya? hehehehe *PLAKKKKK). Ah, gak mau tau pokoknya kau tidak boleh main game terus. Kau harus banyak-banyak istirahat agar tidak kolaps.

Mian, juga ya kalau ini bukan artikel tapi malah curhatan pribadiku. Kalau aku lanjutkan bisa jadi novel deh. I apologize about my entire mistake. I love you so much! Saranghae, Kyu. Jeongmal saranghaeyo…<3

Aku janji, akan minta maaf secara langsung saat perasaan ini benar-benar hilang…

Category: uncategorized

Tags: Cho Kyuhyun

Aku menutup wajahku yang telah banjir air mata setelah selesai membaca postingan yang sudah kadaluarsa ini. Postingan yang aku publish tepat dua  tahun lalu. Aku sesenggukan seorang diri di kamar. Masih meratapi perasaan yang tidak bisa aku bunuh walaupun enam tahun sudah berlalu. Perasaan takut, haru, sedih, kecewa, dan seluruh euforia menyatu dalam getaran-getaran yang aku rasakan setelah membaca postingan ini.

‘hari ini valentine, pasti kado-kado dan tumpukan coklat sudah singgah di kamarmu. Kau terkenal sekali ya sekarang. apa kau masih mengingatku diantara sekian banyak yeoja yang kau kenal? Aku harap tidak, Kyu. Aku masih belum melupakanmu’

Kemudian aku mematikan laptop dan menutupnya setelah airmata yang berleleran itu mengering dengan sendirinya. Untung saja aku punya banyak kesibukan, sehingga untuk beberapa saat aku bisa mengalihkan perasaanku terhadap Kyuhyun. Tapi tetap saja, ada momen-momen tertentu seperti saat ulang tahun, valentine, pergantian tahun, natal dan hari-hari penting lainnya aku merasa kesepian dan otak kananku secara otomatis mengolah semua perasaan-perasaanku terhadap Kyuhyun. Dan hal itu selalu membuatku galau tingkat akut.

***

Udara ibu kota Korea Selatan masih seperti dulu. masih seperti sebelum aku meninggalkan kota ini. Setelah berhasil menggondol gelar sarjana lulusan Harvard University jurusan Public Relation, aku memutuskan kembali ke tanah kelahiranku. Tanah dimana aku mempunyai hangul sekaligus tanah yang mempertemukanku dengan si tampan, Kyuhyun. Aku sudah diterima di salah satu perusahaan multinasional di pusat kota Seoul dan aku tidak mau melepaskan kesempatan sebagai Humas di perusahaan ini karena pekerjaan ini sangat sesuai dengan jurusan yang aku ambil saat kuliah. Walaupun terbilang fresh graduate, dengan modal ijazah dari Harvard University dan kemampuan multi language-ku (mandarin, jepang dan inggris) aku tidak akan kesulitan mencari pekerjaan. Dan terbukti, aku lolos dari semua tes yang diadakan oleh vendor itu.

Hari ini adalah hari pertamaku bekerja. Aku tidak begitu nervous, karena semasa kuliah aku selalu berinteraksi dengan orang lain dan aktif dalam bidang kemahasiswaan. Aku juga tidak merasa lelah karena aktivitasku setiap harinya selama kuliah juga lumayan padat. It’s usually activity that I do.

Aku melenggang dengan santai di koridor yang menuju tempat parkir. Aku mengayunkan tasku layaknya eksekutif muda yang seolah-olah mengatakan pada dunia hei-lihatlah-seorang-Choi Ji Hyun-bisa-mengalahkan-ribuan-pelamar-yang-ingin-jadi-humas-di-perusahaan-ini. Aku membuka mobilku secara otomatis dengan bantuan remote control.

“Ji Hyun? Kau kah itu?” sebuah suara yang amat aku kenal membuatku sangat terkejut saat memegang gagang pintu mobilku. Tubuhku menegang. Aku menoleh dengan perlahan memastikan siapa yang tengah berdiri di belakangku. Namja tampan, yang wajahnya telah terpatri di sudut hatiku.

‘kyu?’ rasanya tembok yang telah aku bangun dengan susah payah selama enam tahun ini runtuh dengan mudahnya karena sebuah sinar dari mata seorang laki-laki yang selama ini hinggap di hatiku. aku benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengannya di sini. Aku sudah mempersiapkan mental jika sewaktu-waktu bertemu dengannya jauh sebelum aku memutuskan kembali ke Korea. Tapi nyatanya aku kalah. Kalah dengan perasaanku sendiri. Dalam sekejap dia menjadikanku yeoja lemah lagi.

“Surely” jawabku nervous. Rasanya saat bertemu dengan presiden direktur aku tidak segugup ini. aku merasa punggungku berkeringat dan tanganku terasa dingin sekali.

“babo! Kemana saja kau!” dia mendekat dan memelukku dengan erat. Erat seperti dulu. dia tidak pernah berubah dan masih mengingatku walaupun penampilanku sudah sefeminim ini.

“apa kabarmu, Kyu?” tanyaku terisak. Air bening ini mendesak kelopak mataku yang sudah tidak mampu membendungnya. Air mata kerinduan akan kehadirannya.

“buruk. Kau?” jawabnya tanpa melepaskan pelukan hangat ini.

“boleh aku minta ijin menangis?” aku langsung menumpahkan airmataku sejadi-jadinya di dada Kyuhyun tanpa menunggu persetujuannya. Aku tidak peduli dia akan menyebutku cengeng atau apa. aku sudah tidak bisa menahan ini semua.

“babo! Kalau mau menangis, menangislah! Jangan ditahan-tahan. Jangan mengaku sok kuat. Jangan mengaku bukan orang yang cengeng kalau pada dasarnya hobimu menangis. Jangan mengaku tegar, kalau kau tidak bisa jauh dariku. Menangislah kalau hal itu membuatmu lebih baik” terasa tangan Kyuhyun mengelus-elus rambutku dan hal itu malah membuatku semakin sesenggukan.

“mianhaeyo. jeongmal mianhaeyo, Ji Hyun-ah. Aku tidak pernah peka dengan perasaanmu. Aku tidak pernah peka kalau selama ini kau menyukaiku. Aku hanya peduli dengan perasaanku sendiri. Kenapa kau tidak jujur padaku? Kenapa kau pergi begitu saja? Tanpa menjelaskan apapun padaku, tanpa berpamitan dan kenapa kau juga tak mengabariku? Kau pikir Jiwon lebih penting daripada kau apa?” dia mempererat pelukannya seolah-olah aku akan pergi lagi dari hadapannya.

“aku ini sahabatmu, Kyu. Dan aku hanya ingin melihatmu bahagia…” aku mencoba menguatkan nafas yang tercekat karena senggukan ini.

“apa salah kalau seorang sahabat menyukai sahabatnya sendiri? Hah?” dia menarik tubuhku dari badannya agar mataku menatapnya. Tapi aku hanya bisa menunduk. Aku tidak sanggup dengan tatapan matanya itu. Walaupun terbilang cool, tapi percayalah sinar matanya membawa kehangatan.

“jangan menunduk! Tatap mataku!” bentaknya. Aku sedikit ragu untuk melakukannya. Aku yakin dia sudah membaca blog-ku. Bagaimana bisa dia tau? Entahlah. Yang jelas aku tidak pernah menceritakan perasaanku pada siapapun.

“apa kau benar-benar mencintaiku, Ji Hyun-ah?” tanyanya menatapku tajam.

“kalau aku tidak mencintaimu, tidak mungkin aku pergi ke Amerika dengan membawa semua cinta yang aku semai sendiri. Apa yang kau baca, benar adanya” jawabku kemudian memalingkan wajahku. Aku malu dan tidak sanggup menatap matanya terlalu lama. Terlalu indah.

“jangan memalingkan wajahmu! Aku tidak suka, ji hyun-ah” protesnya lagi dan aku langsung menatapnya lagi. aku berusaha kuat berlama-lama menatap matanya.

“asal kau tahu, Ji Hyun-ah. Saat aku sekarat dan terbaring di bangsal rumah sakit, aku bernegosiasi pada Tuhan agar Dia memberiku kesempatan sekali lagi untuk bertemu denganmu. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaan-perasaanku saat kau jauh dariku. Kau tahu, kau sangat pintar dalam melarikan diri dariku. Sampai-sampai aku kehilangan jejakmu” aku melihat airmatanya hampir keluar. Aku melihatnya sedikit berkaca. Tapi dia berusaha menegadah agar airmata itu tidak keluar. Dia tetap berusaha cool walaupun dalam keadaan sesedih apa pun. Bahkan dalam keadaan apapun, itu lah Kyuhyun.

“kau mencariku?” tanyaku ragu namun tetap menatap matanya. Mencari kebenaran yang tersisa.

“Ne. Dan aku tak kunjung menemukanmu. Aku baru menemukan titik cerah ketika seorang fansku memberikan link tentang blogmu. Februari lalu. Dua tahun setelah kau mempublishnya” dia tidak melepaskan tatapanya dari mataku.

“Kyu…” aku berusaha memberikan penjelasan tapi dia menahan bibirku dengan telunjuknya.

“jangan seperti itu lagi. bagaimana kalau waktu itu Tuhan langsung memanggilku? Jangan melakukan hal yang bodoh lagi, Hyun” dia memelukku lagi.

“ Saat aku mendengar kabar darimu, aku langsung mencarimu ke Harvard. Aku melihatmu dari kejauhan agar kau tak bisa melihatku diantara tumpukan buku yang sedang kau pegang waktu itu. Hari itu rasanya semua doaku dijawab oleh Tuhan. Betapa bahagianya aku melihatmu saat itu. Kau terlihat lebih cantik dari yang dulu. aku menetap selama seminggu di Amerika. Setelah tahu kau kembali ke Seoul, baru aku pulang dan sengaja datang kemari hari ini untuk benar-benar menunjukkan diriku di hadapanmu ”

“Mianhae, Kyu. Saranghaeyo” kata-kataku tercekak. Seolah-olah ada sesendok lem kertas yang terlanjur aku telan. Atau bahkan lebih parah lagi rasanya seperti sudah seribu bulan aku tidak minum air mineral. Seakan keadaan ini hanyalah mimpi belaka. Tapi ini nyata. Ini Cho Kyuhyun.

“nado. Nado saranghae, Hyun” lagi-lagi airmataku membanjir. Aku tak kuasa menahan keharuan ini. Cho Kyuhyun, mencintaiku?

‘God, it’s more than enough. You’re so in love with us. Thank you, you don’t get him quickly. Thank you because you still gave me a chance. Thanks for having me look after all this time. Thank you for allowing this love blossomed in our heart. Thanks for everything, God”

THE END!

FF ini saya buat tepatnya 14 februari lalu. Memang sudah lama tapi saya pakai setting waktu yang disesuaikan. Terinspirasi dari video Kyuhyun yang duet sama Pempengco, maka jadilah FF ini. Saya nangis beneran pas liat videonya. Pas kyuhyun nyanyi di bait “a whole new world”. Seolah-olah kyuhyun mati tapi dihidupkan lagi. Hope you like it all. Mian, kalau masih ada cacatnya.

FF ini sudah pernah saya share sekali di page K-pop Fanfiction Indonesia. Jadi mian udah gak fresh…

RCL ya…

Gomawo….

Leave a comment

Filed under Admin Yuni, Friendship, romance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s