Jebal, Mianhaeyo

 

Serangkaian tugas ini benar-benar menyita waktuku. Banyak paper yang harus ku buat untuk di serahkan kepada dosen. Belum lagi event-event yang akan diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Bahkan hari ini saja aku harus bolak-balik ke kampus yang satu dengan kampus yang lain untuk sosialisasi event tahunan yang akan kami selenggarakan di akhir bulan ini. Sungguh melelahkan. Tapi itulah tanggungjawab seorang leader. Mengatur segala sesuatunya demi kepentingan yang akan dicapai bersama. Sampai-sampai aku kurang memberikan perhatian yang penuh pada dongsaengku sendiri. Beberapa kali dia protes karena kesibukanku ini. Aku jarang bercengkrama dengannya dan jarang bercanda seperti biasa.

“masih sibuk? Ini sudah hampir jam enam sore.” sebuah suara berasal dari mulut pintu membuat kepalaku mendongak.

“ne. Kau sendiri kenapa masih di sini?” tanyaku pada namja bermata sipit itu yang tengah menghampiriku.

“aku ingin pulang bersamamu. Sekalian mampir. Ada yang ingin kuberikan padanya” katanya saat aku membuka proposal-proposal yang akan aku ajukan pada dosen.

“mwo?” tanyaku penasaran.

“rahasia. Aku hanya ingin menunjukkannya pada Hyewon” katanya sambil tersenyum seperti biasanya.

“dasar” kemudian aku kembali pada lembaran-lembaran kertas itu lagi.

“jadi kau mau pulang jam berapa?” tanyanya lagi. Aku melirik ke arah jarum jam yang ada di dinding.

“mungkin jam delapan. Kerjaanku masih banyak di sini” aku sedikit melenguh.

“sendirian? Mana yang lain?” tanyanya dengan nada protes.

“anni. Ada yang lain kok. Mereka sedang membeli makanan. Sebentar lagi juga kembali” kataku berusaha tersenyum walaupun kaku.

“ya sudah, aku duluan. Aku mampir ke rumahmu ya”

“ne. dia pasti senang kau datang”

“oke” kemudian dia berbalik dan berjalan menjauhiku.

“yesung-shi..” panggilku sebelum dia mencapai mulut pintu. Dia menoleh tanpa mengatakan apapun tapi matanya seolah-olah bertanya ‘apa?’

“akhir-akhir ini aku sangat sibuk. Banyak yang harus kukerjakan. Bisakah kau menjaga saengku?” tanyaku sedikit parau.

“kenapa kau bicara begitu?” tanyanya heran dan mendekatiku lagi.

Aku menarik napas panjang dan menghembuskannya melalui hidung.

“beberapa kali dia sering mengeluh karena aku sibuk. Aku jarang mengorol dan jalan-jalan lagi dengannya. Aku tahu aku bukan onnie yang baik untuknya. Yang tidak bisa membagi waktu dan perhatian. Tapi setidaknya ada kau yang akan selalu menemaninya. Appa dan eomma juga jarang pulang. Mereka tak kalah sibuknya denganku. Keep my sister for me. I trust you. I love her very much” katanku penuh harap.

“ne, arraseo. Tanpa kau minta aku akan selalu menjaga yeojachingu-ku itu. Dia pasti mengerti dengan kesibukanmu”

“aku harap juga begitu”

“baiklah. Aku harus pergi sekarang”

“gomawo, yesung-shi”

“cheonmaneyo”

Hyewon’s POV

~tok tok tok~ suara pintu diketuk.

“sebentar” teriakku saat merebahkan diri di sofa dan langsung pergi ke ruang tamu.
“bogoshipo” sapa seorang namja saat aku membuka pintu.

Aku terdiam sejenak karena kaget.

“nado. Masuklah” kataku akhirnya.

“tidak ada orang?” alis matanya naik sebelah saat memasuki ruangan.

“memangnya ada orang lain selain aku di rumah ini? Semuanya sibuk. Onnie, appa, amma dan kau juga. Kenapa baru kemari? Kemana saja kau? Apa ada yeoja lain?” tanyaku sinis setelah lebih dari seminggu tidak bertemu denganny.

“aku kan sudah bilang akan ke Busan selama satu minggu. Aku ke daerah dan di sana tidak ada sinyal. Aku tidak bisa mengabari. Memangnya ada yeoja lain yang lebih manis daripada kau? Kalau ada nomor telephonnya berapa?” katanya dengan seringai nakal dan itu membuatku geram.

“ah, oppa!” aku hendak memukul lengannya tapi dia lebih sigap untuk menangkap tanganku.

“kenapa sih harus marah-marah. Aku kan cuma bercanda” dia menatapku lekat.

‘jebal, jangan tatap aku seperti itu. Itu membuatku nervous’ kataku dalam hati.

“habis kau menyebalkan”

“kalau aku tidak menyebalkan, kau tidak akan menyukaiku” katanya dengan raut muka yang menggoda.

“siapa bilang? Kau kan aneh” kataku berusaha menimpali dan melepaskan tanganku dari genggamannya.

“kau lebih aneh. Kenapa kau berpacaran denganku?” tanyanya lagi dengan sedikit ngotot tanpa mau mengendorkan tangannya.

“takdir” kataku kemudian tergelak. Kami tertawa bersama-sama.

“aku membawakanmu sesuatu” kemudian dia meraih tas dan merogoh benda yang ada di dalamnya.

“serangga api?”

Aku memperhatikan serangga-serangga yang mengeluarkan cahaya dari tubuhnya itu. Ada beberapa ekor. Dia memasukkannya ke dalam toples kaca bening dan di atasnya ditutup dengan plastik yang telah dilubangi agar udara masuk. Sudah lama aku tidak melihat kuanang-kunang. Ini indah sekali.

“kunang-kunang itu aku tangkap tadi pagi jam lima di Busan. Sebelum aku kemari”

“jinja? Apa di sana banyak serangga api?” tanyaku kemudian mengalihkan pandanganku pada kunang-kunang itu lagi.

“Kalau di pusat kota jarang. Tapi di pelosok banyak. Kau suka?” tanyanya dengan penuh harap.

“aku suka. Tapi kehadiranmu membuatku sangat bahagia, oppa” kemudian aku memeluknya. Aku bersyukur mempunyai namja chingu seperti dia.

“gomawo” dia mengelus-elus rambutku.

“aku ingin melepaskannya” aku mendongakkan menatapnya. Dia mengecup bibirku sekilas.

“kau ini manis sekali sih?” kemudian dia mencium keningku untuk beberapa detik.

“saranghae” lanjutnya.

“na..do..” kataku sedikit gugup. Dan selalu begitu ketika dia menyatakan perasaannya.

“ayo kita lepaskan.” ujarnya dan secara naluri aku langsung melepaskan pelukanku.

Kami keluar rumah. Hari sudah mulai gelap dan aku melepaskan satu persatu serangga yang terperangkap dalam toples kecil itu. Oppa memelukku dari belakang. Romantis.

Terinspirasi dari sms yang aku terima semalam, akhirnya jadilah FF ini. Yang merasa nama koreanya aku pinjem mian ya… jeoungmal mianhaeyo, saeng… hehehehehe… hope you like it…:)

RCL ya…

3 Comments

Filed under Admin Yuni, Family, Friendship, romance

3 responses to “Jebal, Mianhaeyo

  1. ninggalin jejak dulu, . .^^

  2. yuni_imnida

    @ryezkyeanouna dan @yeppipo

    eh ada kalia hehe. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s